<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Crescat et Floreat</title>
	<atom:link href="http://ex-steris.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ex-steris.com</link>
	<description>Crescat et Floreat</description>
	<lastBuildDate>Sun, 24 May 2009 05:51:53 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=abc</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Kalau engkau dipuji&#8230;., cepat-cepatlah&#8230;.!</title>
		<link>http://ex-steris.com/2009/05/kalau-engkau-dipuji-cepat-cepatlah/</link>
		<comments>http://ex-steris.com/2009/05/kalau-engkau-dipuji-cepat-cepatlah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 May 2009 05:51:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andrie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rm. Blasius Slamet Lasmunadi Pr]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ex-steris.com/?p=428</guid>
		<description><![CDATA[Kalau engkau dipuji karena gantheng, cakep, ramah, cepat cepatlah untuk tidak merasa sudah sempurna, karena ketampanan dan keramahtamahan lahiriah tidaklah menjamin engkau dapat fasilitas hidup semudah yang engkau bayangkan!
Kalau engkau dipuji karena kecantikanmu, cepat cepatlah untuk tidak GEER karena kecantikanmu tidak abadi dan tidak menjadi jaminan untuk kebahagiaanmu..!
Kalau engkau dipuji karena engkau sangat familiar, cepat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau engkau dipuji karena gantheng, cakep, ramah, cepat cepatlah untuk tidak merasa sudah sempurna, karena ketampanan dan keramahtamahan lahiriah tidaklah menjamin engkau dapat fasilitas hidup semudah yang engkau bayangkan!</p>
<p>Kalau engkau dipuji karena kecantikanmu, cepat cepatlah untuk tidak GEER karena kecantikanmu tidak abadi dan tidak menjadi jaminan untuk kebahagiaanmu..!</p>
<p>Kalau engkau dipuji karena engkau sangat familiar, cepat cepatlah untuk melihat bahwa teryata engkau familiar tidak kepada setiap orang, karena engkau masih belum bisa familiar kepada musuhmu dan sainganmu!</p>
<p>Kalau engkau dipuji karena engkau kelihatan saleh dan religius, cepat cepatlah untuk melihat diri, bahwa banyak hidup beriman kita ini tinggal di bibir saja, dan tidak berbuahkan kasih dalam hidup bersama!</p>
<p>Kalau engkau dipuji karena engkau kelihatan menguasai materi yang disajikan kepada para peserta pelatihan, cepat cepatlah diketahui, bahwa masih banyak hal yang tidak sanggup kita mengerti dengan baik! Materi itu hanyalah sebagian kecil dari kekayaan pengetahuan di dunia ini!</p>
<p>Kalau engkau dipuji karena murah hati kepada orang yang miskin, cepat cepatlah engkau melihat dirimu sebagai pribadi yang belum sungguh sungguh sadar dan bebas berbagi kehidupan namun sering masih terpaksa untuk bermurah hati!</p>
<p>Kalau engkau dipuji karena engkau suka mendengarkan orang lain, cepat cepatlah engkau mengakui berapa banyak orang yang engkau dengarkan, mungkin orang yang sama minatnya, kepentingan, visinya denganmu!</p>
<p>Kalau engkau dipuji karena dapat bersahabat dengan banyak orang, cepatlah untuk mengakui ada banyak orang yang menjadi sahabatmu karena mereka menguntungkan dan memberikan banyak fasilitas hidup untukmu.</p>
<p>Kalau engkau dipuji, apakah engkau cepat-cepat melihat dirimu sendiri sebagai orang yang masih belum sempurna?</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fex-steris.com%2F2009%2F05%2Fkalau-engkau-dipuji-cepat-cepatlah%2F&amp;linkname=Kalau%20engkau%20dipuji%26%238230%3B.%2C%20cepat-cepatlah%26%238230%3B.%21"><img src="http://ex-steris.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ex-steris.com/2009/05/kalau-engkau-dipuji-cepat-cepatlah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saat engkau sering mencela aku&#8230;</title>
		<link>http://ex-steris.com/2009/05/saat-engkau-sering-mencela-aku/</link>
		<comments>http://ex-steris.com/2009/05/saat-engkau-sering-mencela-aku/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 May 2009 05:30:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andrie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rm. Blasius Slamet Lasmunadi Pr]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ex-steris.com/?p=426</guid>
		<description><![CDATA[Saat engkau sering mencela aku, aku tertantang untuk melihat diriku harus selalu memperbaiki diriku
Saat engkau sering mengritik pekerjaanku, aku tersinggung, namun aku ditantang untuk bekerja makin sempurna!
Saat engkau mencela masakanku yang terlalu asin menurut lidahmu, aku rasanya memang merasa sia sia, namun aku tertantang untuk belajar masak bukan menurut lidahku, melainkan menurut selera lidahmu!
Saat engkau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat engkau sering mencela aku, aku tertantang untuk melihat diriku harus selalu memperbaiki diriku</p>
<p>Saat engkau sering mengritik pekerjaanku, aku tersinggung, namun aku ditantang untuk bekerja makin sempurna!</p>
<p>Saat engkau mencela masakanku yang terlalu asin menurut lidahmu, aku rasanya memang merasa sia sia, namun aku tertantang untuk belajar masak bukan menurut lidahku, melainkan menurut selera lidahmu!</p>
<p>Saat engkau mencela suaraku yang parau dan &#8220;false&#8221; waktu menyanyikan lagu, aku merasa minder, namun aku kautantang untuk terus berlatih menyanyi!</p>
<p>Saat engkau mencela aku salah memilih jurusan, aku merasa tidak bebas untuk menentukan jalan hidupku, namun aku tertantang untuk menempatkan pilihanku dalam jaringan pilihan orang lain</p>
<p>Saat engkau tidak menyetujui jalan hidupku, aku merasa hidup ini terasa dalam penjara, namun aku tertantang untuk membebaskan diri, karena masa depanku tidak segalanya ditentukan orang lain, melainkan ditentukan keputusan hidupku sekarang ini!</p>
<p>Saat engkau mengatakan aku sombong, aku ingin marah, namun aku tertantang untuk belajar makin rendah hati.</p>
<p>Saat engkau mengatakan aku bodoh, aku tersinggung, namun aku kautantang untuk belajar lebih banyak lagi!</p>
<p>Semoga kita belajar untuk mengubah kelemahan sesamaku menjadi saat saat yang menantang aku untuk makin berubah menjadi lebih baik lagi!</p>
<p>warm regards!</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fex-steris.com%2F2009%2F05%2Fsaat-engkau-sering-mencela-aku%2F&amp;linkname=Saat%20engkau%20sering%20mencela%20aku%26%238230%3B"><img src="http://ex-steris.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ex-steris.com/2009/05/saat-engkau-sering-mencela-aku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penglepasan 7 BC (21 Mei 2009)</title>
		<link>http://ex-steris.com/2009/05/penglepasan-7-bc-21-mei-2009/</link>
		<comments>http://ex-steris.com/2009/05/penglepasan-7-bc-21-mei-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 May 2009 23:21:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andrie</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[seminari menengah stella maris]]></category>
		<category><![CDATA[Seminari Menengah Stella Maris Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Seminari Stella Maris]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ex-steris.com/?p=422</guid>
		<description><![CDATA[Misa yang dipimpin oleh Rm. Paulus Haruna, Rm. Yohannes Driyanto, dan Rm. Aloysius Tri Harjono dimulai pada pukul 16.00. Setelah misa selesai, acara penglepasan dilanjutkan di rekreasi besar. Tema yang dipilih kali ini adalah &#8220;O Domine, Ostende Nobis Viam Tuam!&#8221;.
Mereka yang telah lulus dan dilepas dari 7C sebanyak 12 orang dan dari 7B sebanyak 5 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Misa yang dipimpin oleh Rm. Paulus Haruna, Rm. Yohannes Driyanto, dan Rm. Aloysius Tri Harjono dimulai pada pukul 16.00. Setelah misa selesai, acara penglepasan dilanjutkan di rekreasi besar. Tema yang dipilih kali ini adalah &#8220;O Domine, Ostende Nobis Viam Tuam!&#8221;.</p>
<p align="justify">Mereka yang telah lulus dan dilepas dari 7C sebanyak 12 orang dan dari 7B sebanyak 5 orang. Yang akan melanjutkan ke Diosesan Bogor yaitu Shelin, Himawan, Yorik, Dion, Nanang, Yoseph, Minggus, Pera, dan Yanto. Untuk Diosesan Jakarta yaitu Ritan dan Wawan. Untuk Diosesan Purwokerto adalah Anang dan Budy. Untuk Diosesan PangkalPinang yaitu Sandy. Diosesan Palembang yaitu Suryo. Untuk Tarekat CICM yaitu Vidi, dan untuk tarekat OSC yaitu Thomas.</p>
<p align="justify">Tampak yang hadir dalam acara itu adalah Mgr. Michael Angkur OFM, Rm. Thomas, Rm. Tri Harsono, para Bruder, para Suster, para Donatur, para orangtua seminaris, dan beberapa alumnus.</p>
<p align="justify">Sekali lagi selamat bagi para lulusan baru Seminari Menengah Stella Maris. Proficiat. Dan untuk Rm. Haruna selamat bertugas di tempat baru yaitu di Filipina.</p>
<p><a href="http://img194.imageshack.us/my.php?image=p2210055.jpg" target="_blank"><img src="http://img194.imageshack.us/img194/8898/p2210055.th.jpg" border="0"/></a></p>
<p><a href="http://img339.imageshack.us/my.php?image=p2210059.jpg" target="_blank"><img src="http://img339.imageshack.us/img339/696/p2210059.th.jpg" border="0"/></a></p>
<p><a href="http://img527.imageshack.us/my.php?image=p2210063c.jpg" target="_blank"><img src="http://img527.imageshack.us/img527/2255/p2210063c.th.jpg" border="0"/></a></p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fex-steris.com%2F2009%2F05%2Fpenglepasan-7-bc-21-mei-2009%2F&amp;linkname=Penglepasan%207%20BC%20%2821%20Mei%202009%29"><img src="http://ex-steris.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ex-steris.com/2009/05/penglepasan-7-bc-21-mei-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penglepasan 7BC</title>
		<link>http://ex-steris.com/2009/05/penglepasan-7bc/</link>
		<comments>http://ex-steris.com/2009/05/penglepasan-7bc/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 May 2009 09:11:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andrie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Event]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ex-steris.com/?p=419</guid>
		<description><![CDATA[Ada penglepasan 7BC pada tanggal 21 Mei 2009. Misa dimulai jam 16.00 wib.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada penglepasan 7BC pada tanggal 21 Mei 2009. Misa dimulai jam 16.00 wib.</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fex-steris.com%2F2009%2F05%2Fpenglepasan-7bc%2F&amp;linkname=Penglepasan%207BC"><img src="http://ex-steris.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ex-steris.com/2009/05/penglepasan-7bc/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hari Kenaikan Tuhan Yesus</title>
		<link>http://ex-steris.com/2009/05/hari-kenaikan-tuhan-yesus/</link>
		<comments>http://ex-steris.com/2009/05/hari-kenaikan-tuhan-yesus/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 May 2009 01:57:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andrie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ex-steris.com/?p=410</guid>
		<description><![CDATA[Kis 3:1-11; Ef 1:17-23; Mat 28:16-20
“Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”
“Uang simpanan saya di Bank silahkan dibagi 80% untuk keluarga: adik-
adik dan keponakan saya dan 20% diserahkan kepada Keuskupan”,
demikian salah satu isi surat wasiat terakhir dari Bapak Kardinal
Justinus Darmojuwono Pr, yang beliau katakan secara lisan dan
ditulis oleh keponakannya dan disaksikan oleh saudara-saudarinya
maupun pejabat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><u>Kis 3:1-11; Ef 1:17-23; Mat 28:16-20</u></p>
<p>“Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”</p>
<p>“Uang simpanan saya di Bank silahkan dibagi 80% untuk keluarga: adik-<br />
adik dan keponakan saya dan 20% diserahkan kepada Keuskupan”,<br />
demikian salah satu isi surat wasiat terakhir dari Bapak Kardinal<br />
Justinus Darmojuwono Pr, yang beliau katakan secara lisan dan<br />
ditulis oleh keponakannya dan disaksikan oleh saudara-saudarinya<br />
maupun pejabat Keuskupan sementara beliau berbaring di rumah sakit,<br />
satu hari sebelum dipanggil Tuhan. Beliau sendiri telah<br />
menyerahkan `surat wasiat resmi’ yang dibuat dengan tanda tangan di<br />
atas meterai, yang isinya sangat berbeda dengan yang beliau<br />
katakan sehari sebelum dipanggil Tuhan, meninggalkan kita semua<br />
untuk menghadap Bapa di sorga. Apa yang beliau katakan pada hari/jam-<br />
jam terakhir menjelang dipanggil Tuhan atau menghadap Bapa di sorga<br />
lebih kuat dan kuasa daripada apa yang ditulis secara resmi/formal,<br />
itulah yang akhirnya kita laksanakan. Memang pada umum kata-kata<br />
terakhir dari orangtua, saudara-saudari kita menjelang dipanggil<br />
Tuhan, menghadap Bapa di sorga sungguh bermakna dan menjiwai yang<br />
ditinggalkan. Pada hari Raya Kenaikan Tuhan hari ini, sebelum naik<br />
ke sorga, Ia berpesan kepada para murid: “Kepada-Ku telah diberikan<br />
segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah<br />
semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak<br />
dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang<br />
telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu<br />
senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (Mat 28:18-20). Semoga pesan<br />
ini menjiwai kita semua dan hidup dan bekerja, maka marilah kita<br />
renungkan dan hayati pesan tersebut. Ada 3(tiga) pesan: (1)<br />
jadikanlah semua bangsa muridKu, (2) baptislah mereka dalam nama<br />
Bapa dan Anak dan Roh Kudus dan (3) ajarlah mereka melakukan segala<br />
sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu, dan selama kita<br />
melaksanakan pesan tersebut “Aku menyertai kamu senantiasa sampai<br />
akhir zaman”.</p>
<p>“Jadikanlah semua bangsa muridKu”</p>
<p>Yesus adalah Penyelamat Dunia, Ia datang ke dunia untuk<br />
menyelamatkan seluruh bangsa di dunia serta seluruh isi dunia. Kita<br />
semua yang menjadi murid atau pengikutNya atau percaya kepadaNya<br />
dipanggil untuk meneruskan tugas perutusanNya: menyelamatkan seluruh<br />
bangsa dan dunia, “Jadikanlah semua bangsa muridKu”, demikian<br />
pesanNya kepada kita semua.</p>
<p>Seseorang disebut `murid baik’ pada umumnya memiliki ciri-ciri<br />
sebagai berikut: gembira, bergairah, siap sedia menerima segala<br />
sesuatu yang baru, terbuka, penuh harapan masa depan, mudah dibina<br />
dan dibentuk menuju ke pribadi yang cerdas beriman , terbuka pada<br />
Penyelenggaraan Ilahi, dst.. Kita dipanggil untuk mendampingi atau<br />
menemani sesama kita memiliki sikap-sikap macam itu, tentu saja diri<br />
kita sendiri memiliki ciri-ciri atau sikap-sikap tersebut di atas,<br />
sehingga kita layak dan mampu mendampingi dan menemani saudara-<br />
saudari kita. Menjadi murid Yesus berarti menjadi “Umat Allah yang<br />
baru, suatu umat manusia berasal dari Yesus. Kepada `Umat Baru’ ini<br />
seluruh umat manusia dipanggil. Ras, bangsa, dan keturunan tidak<br />
memainkan peranan. Yang penting ialah keinsafan akan ketidakmampuan<br />
sendiri, serta kesediaan menerima Kerajaan Allah” (KWI: Iman<br />
Katolik, buku Informasi dan Referensi, Jakarta 1996, hal 271)</p>
<p>“Keinsafan akan ketidakmampuan sendiri, serta kesediaan menerima<br />
Kerajaan Allah”, inilah yang harus menjadi milik kita, kita hayati<br />
serta sebarluaskan kepada sesama dan saudara-saudari kita, tanpa<br />
pandang suku, ras, agama, bangsa dan keturunan. Hidup serta segala<br />
sesuatu yang menyertai hidup kita adalah anugerah Allah, berasal<br />
dari Allah dan kita terima melalui sesama dan saudara-saudari kita<br />
yang baik dan murah hati, orang-orang yang `dirajai/dikuasai oleh<br />
Allah’. Maka sikap hidup yang baik adalah senantiasa bersyukur dan<br />
berterima kasih sebagai bentuk aktif dari `keinsafan akan<br />
ketidakmampuan sendiri, serta kesediaan menerima Kerajaan Allah’.<br />
Syukur dan terima kasih menjadi cirikhas hidup seorang `murid yang<br />
baik, sejati’.</p>
<p>“Baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus”</p>
<p>“Melalui pembaptisan orang dimasukkan ke dalam misteri Kristus.<br />
Mereka mati, dikuburkan dan dibangkitkan bersama Dia; mereka<br />
menerima Roh pengangkatan menjadi anak, dan dalam Roh itu berseru:<br />
Abba, Bapa; demikianlah mereka menjadi penyembah sejati, yang dicari<br />
oleh Bapa” (Vatikan II: SC no 6). Menjadi `penyembah sejati’ serta<br />
membantu sesama menjadi `penyembah sejati’ itulah panggilan kita<br />
semua</p>
<p>“Menyembah” yang dalam atau berasal dari bahasa<br />
Latin `adoro/adorare’ , yang memiliki berbagai arti antara lain:<br />
berbicara kepada, menyeru memohon-mohon, berbakti dan memberi<br />
hormat. Maka menjadi `penyembah sejati’ berarti memiliki ciri-ciri<br />
tersebut.:<br />
• Berbicara kepada Tuhan maupun sesama manusia. Berbicara<br />
kepada Tuhan berarti berdoa, maka doa merupakan cirikhas orang<br />
beriman yang percaya kepada Tuhan atau telah dibaptis.Berbicara<br />
kepada sesama manusia berarti bercakap-cakap, lebih-lebih bertukar<br />
pengalaman perihal hidup beriman melalui dialog hidup, dialog<br />
kerja/karya, dialog iman, dst..<br />
• Didalam berdoa kepada Tuhan kiranya kita senantiasa menyeru<br />
memohon-mohon, yaitu “meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus,<br />
yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat<br />
dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar.Dan supaya Ia menjadikan<br />
mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang<br />
terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang<br />
ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus, dan betapa hebat kuasa-Nya<br />
bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya” (Ef 1:17-<br />
19)<br />
• “Dibaptis” berarti juga dipanggil untuk berbakti dan memberi<br />
hormat kepada Tuhan, senantiasa melaksanakan kehendak atau perintah<br />
Tuhan di dalam hidup sehari-hari.</p>
<p>“Ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah<br />
Kuperintahkan kepadamu”</p>
<p>Segala sesuatu yang telah dipertintahkan oleh Yesus kiranya dapat<br />
diringkas atau dipadatkan dalam perintahNya untuk saling mengasihi<br />
dengan segenap hati, jiwa, akal budi dan tenaga/tubuh<br />
serta “Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya<br />
kamu” (Mat 5:44). Sikap terhadap sesama kiranya dapat meneladan atau<br />
menghayati kata Petrus ini: “Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi<br />
apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus,<br />
orang Nazaret itu, berjalanlah!”(Kis 3:6).</p>
<p>Melakukan segala sesuatu yang diperintahkan Tuhan berarti mengasihi<br />
sesama atau memberi kasih kepada sesama, bukan memberi emas atau<br />
perak, harta benda/uang, kedudukan, pangkat atau hormat manusiawi.<br />
Harta benda/uang, kedudukan, pangkat atau hormat manusiawi hanyalah<br />
sarana atau perwujudan kasih, sedangkan yang utama atau pokok adalah<br />
kasih. Maka sekiranya kita memiliki harta benda/uang, kedudukan,<br />
pangkat, jabatan dan hormat manusiawi hendaknya difungsikan atau<br />
dihayati dalam dan oleh kasih. “Kasih itu sabar; kasih itu murah<br />
hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.<br />
Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan<br />
diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang<br />
lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena<br />
kebenaran.Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu,<br />
mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu” (1Kor<br />
13:4-7)<br />
“Allah telah naik dengan diiringi sorak-sorai, ya TUHAN itu, dengan<br />
diiringi bunyi sangkakala. Bermazmurlah bagi Allah, bermazmurlah,<br />
bermazmurlah bagi Raja kita, bermazmurlah! Sebab Allah adalah Raja<br />
seluruh bumi, bermazmurlah dengan nyanyian pengajaran! Allah<br />
memerintah sebagai raja atas bangsa-bangsa, Allah bersemayam di atas<br />
takhta-Nya yang kudus” (Mzm 47:6-9)</p>
<p>Rm. Maryo<br />
dari milis Api Katolik</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fex-steris.com%2F2009%2F05%2Fhari-kenaikan-tuhan-yesus%2F&amp;linkname=Hari%20Kenaikan%20Tuhan%20Yesus"><img src="http://ex-steris.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ex-steris.com/2009/05/hari-kenaikan-tuhan-yesus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Siapakah &#8220;saudaraku&#8221; yang dapat jadi sahabatmu?</title>
		<link>http://ex-steris.com/2009/05/siapakah-saudaraku-yang-dapat-jadi-sahabatmu/</link>
		<comments>http://ex-steris.com/2009/05/siapakah-saudaraku-yang-dapat-jadi-sahabatmu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 May 2009 01:33:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andrie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rm. Blasius Slamet Lasmunadi Pr]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ex-steris.com/?p=408</guid>
		<description><![CDATA[Saudaraku, mungkinkah aku menjadi sahabatmu, apabila aku masih mudah marah bila dikritik dan ditunjukkan kesalahanku?
Saudaraku, kalau engkau masih mudah marah bila dikritik dan ditunjukkan kesalahanmu, itu berarti masih ada luka di hatimu yang masih belum sembuh, bagaikan luka di kaki yang akan terasa begitu sakit karena tersentuh benda yang lembut sekalipun!
Saudaraku, bagaimanakah aku mampu menyembuhkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saudaraku, mungkinkah aku menjadi sahabatmu, apabila aku masih mudah marah bila dikritik dan ditunjukkan kesalahanku?</p>
<p>Saudaraku, kalau engkau masih mudah marah bila dikritik dan ditunjukkan kesalahanmu, itu berarti masih ada luka di hatimu yang masih belum sembuh, bagaikan luka di kaki yang akan terasa begitu sakit karena tersentuh benda yang lembut sekalipun!</p>
<p>Saudaraku, bagaimanakah aku mampu menyembuhkan luka hatiku? Adakah obat mujarab yang bisa cepat menyembuhkan luka luka di hatiku?</p>
<p>Saudaraku, luka itu akan sembuh kalau engkau berani membuka luka hatimu, bagaikan engkau membuka &#8220;penutup&#8221; luka di kakimu, agar dapat diobati.</p>
<p>Iya saudaraku, benar juga&#8230;tapi sakitnya bukan main! Mungkinkah ada cara yang lebih nyaman daripada diobati tapi harus merasakan sakit dan perihnya luka itu, meski nanti setelah diobati, juga sembuh?</p>
<p>Saudaraku, tidak ada jalan lain untuk disembuhkan, kecuali melewati saat-saat yang menyakitkan itu..saat harus menanggung kegelisahan, ketegangan, bahkan perasaan yang muak dan mual sekalipun&#8230;!</p>
<p>Saudaraku&#8230;bagaimanakah aku mampu melewati &#8220;saat-saat yang menyakitkan&#8221; itu?</p>
<p>Saudaraku, kita semua tidak akan mampu untuk menyingkapkan luka luka batin yang memalukan dan menyakitkan itu, kalau kita tidak memohon Roh Kudus untuk memberi kekuatan kepada kita.</p>
<p>Saudaraku,&#8230;kalau begitu&#8230;marilah kita berdoa bersama..agar aku memiliki kekuatan Roh itu..</p>
<p>Jadi, siapakah &#8220;saudaraku&#8221; yang dapat jadi sahabatmu?</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fex-steris.com%2F2009%2F05%2Fsiapakah-saudaraku-yang-dapat-jadi-sahabatmu%2F&amp;linkname=Siapakah%20%26%238220%3Bsaudaraku%26%238221%3B%20yang%20dapat%20jadi%20sahabatmu%3F"><img src="http://ex-steris.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ex-steris.com/2009/05/siapakah-saudaraku-yang-dapat-jadi-sahabatmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Foto Jenazah Para Kudus</title>
		<link>http://ex-steris.com/2009/05/foto-jenazah-para-kudus/</link>
		<comments>http://ex-steris.com/2009/05/foto-jenazah-para-kudus/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 May 2009 04:34:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andrie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ex-steris.com/?p=398</guid>
		<description><![CDATA[ 
St. Bernadette Soubirous (1844-1879)
 
St. Katarina Laboure (1806-1876)
 
St. Vincentius de Paulo (1580-1660)
 
St. Yohanes Maria Vianney (1786-1859)
 
St. Anna Maria Taigi (1769-1837)
 
B. Stefanus Bellesini (1774-1840)
 
St. Paus Pius X (1835-1914)
 
B. Paus Yohanes XXIII (1958-1963)
 
St. Veronica Guiliani (1660-1727)
 
Venerabilis Maria dari Agreda (1602-1665)
 
St. Padre Pio dari Pietrelcina (1887-1968)
 
B. Margareta [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://img161.imageshack.us/my.php?image=4ab2cc50.jpg" target="_blank"><img src="http://img161.imageshack.us/img161/3066/4ab2cc50.th.jpg" border="0"/></a> <br />
St. Bernadette Soubirous (1844-1879)</p>
<p><a href="http://img161.imageshack.us/my.php?image=4ad2ce10.jpg" target="_blank"><img src="http://img161.imageshack.us/img161/5536/4ad2ce10.th.jpg" border="0"/></a> <br />
St. Katarina Laboure (1806-1876)</p>
<p><a href="http://img161.imageshack.us/my.php?image=4af2ce10.jpg" target="_blank"><img src="http://img161.imageshack.us/img161/7464/4af2ce10.th.jpg" border="0"/></a> <br />
St. Vincentius de Paulo (1580-1660)</p>
<p><a href="http://img142.imageshack.us/my.php?image=4b12ce10.jpg" target="_blank"><img src="http://img142.imageshack.us/img142/7346/4b12ce10.th.jpg" border="0"/></a> <br />
St. Yohanes Maria Vianney (1786-1859)</p>
<p><a href="http://img142.imageshack.us/my.php?image=4b32ce10.jpg" target="_blank"><img src="http://img142.imageshack.us/img142/6092/4b32ce10.th.jpg" border="0"/></a> <br />
St. Anna Maria Taigi (1769-1837)</p>
<p><a href="http://img142.imageshack.us/my.php?image=4b52ce10.jpg" target="_blank"><img src="http://img142.imageshack.us/img142/5827/4b52ce10.th.jpg" border="0"/></a> <br />
B. Stefanus Bellesini (1774-1840)</p>
<p><a href="http://img11.imageshack.us/my.php?image=4b72ce10.jpg" target="_blank"><img src="http://img11.imageshack.us/img11/7521/4b72ce10.th.jpg" border="0"/></a> <br />
St. Paus Pius X (1835-1914)</p>
<p><a href="http://img503.imageshack.us/my.php?image=4b82cb80.jpg" target="_blank"><img src="http://img503.imageshack.us/img503/9163/4b82cb80.th.jpg" border="0"/></a> <br />
B. Paus Yohanes XXIII (1958-1963)</p>
<p><a href="http://img528.imageshack.us/my.php?image=4ba2c370.jpg" target="_blank"><img src="http://img528.imageshack.us/img528/2976/4ba2c370.th.jpg" border="0"/></a> <br />
St. Veronica Guiliani (1660-1727)</p>
<p><a href="http://img528.imageshack.us/my.php?image=4bc2ce40.jpg" target="_blank"><img src="http://img528.imageshack.us/img528/3895/4bc2ce40.th.jpg" border="0"/></a> <br />
Venerabilis Maria dari Agreda (1602-1665)</p>
<p><a href="http://img517.imageshack.us/my.php?image=5953a790.jpg" target="_blank"><img src="http://img517.imageshack.us/img517/7682/5953a790.th.jpg" border="0"/></a> <br />
St. Padre Pio dari Pietrelcina (1887-1968)</p>
<p><a href="http://img517.imageshack.us/my.php?image=4c236730.jpg" target="_blank"><img src="http://img517.imageshack.us/img517/1803/4c236730.th.jpg" border="0"/></a> <br />
B. Margareta Castello (1287-1320)</p>
<p><a href="http://img517.imageshack.us/my.php?image=4c02c900.jpg" target="_blank"><img src="http://img517.imageshack.us/img517/7469/4c02c900.th.jpg" border="0"/></a> <br />
St. Ignatius Laconi (1701-1781)</p>
<p><a href="http://img517.imageshack.us/my.php?image=4be2cb80.jpg" target="_blank"><img src="http://img517.imageshack.us/img517/3496/4be2cb80.th.jpg" border="0"/></a> <br />
St. Klara Montefalco (1268-1308)</p>
<p><a href="http://img517.imageshack.us/my.php?image=4bdfa840.jpg" target="_blank"><img src="http://img517.imageshack.us/img517/3246/4bdfa840.th.jpg" border="0"/></a> <br />
B. Imelda Lambertini (1321-1333)</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fex-steris.com%2F2009%2F05%2Ffoto-jenazah-para-kudus%2F&amp;linkname=Foto%20Jenazah%20Para%20Kudus"><img src="http://ex-steris.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ex-steris.com/2009/05/foto-jenazah-para-kudus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hari Raya Paskah</title>
		<link>http://ex-steris.com/2009/04/hari-raya-paskah/</link>
		<comments>http://ex-steris.com/2009/04/hari-raya-paskah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Apr 2009 00:59:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andrie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured Articles]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ex-steris.com/?p=393</guid>
		<description><![CDATA[Alleluya, telah bangkit Tuhan Kita Yesus Kristus. Selamat Hari Raya Paskah buat teman &#8211; teman semua.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alleluya, telah bangkit Tuhan Kita Yesus Kristus. Selamat Hari Raya Paskah buat teman &#8211; teman semua.</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fex-steris.com%2F2009%2F04%2Fhari-raya-paskah%2F&amp;linkname=Hari%20Raya%20Paskah"><img src="http://ex-steris.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ex-steris.com/2009/04/hari-raya-paskah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Curahan hati untuk hari raya Paskah 2009</title>
		<link>http://ex-steris.com/2009/04/curahan-hati-untuk-hari-raya-paskah-2009/</link>
		<comments>http://ex-steris.com/2009/04/curahan-hati-untuk-hari-raya-paskah-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Apr 2009 01:09:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andrie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rm. Blasius Slamet Lasmunadi Pr]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ex-steris.com/?p=391</guid>
		<description><![CDATA[Saudara-saudara terkasih dalam Kristus,
Untuk mengawali curahan hati pada hari Raya Paskah 2009 ini, saya mengutip sebuah kisah yang sangat menarik. Kisah ini berjudul, “Tanda-Tanda Luka”
Beberapa tahun yang lalu di sebuah musim panas di Florida bagian selatan. Seorang anak kecil memutuskan untuk pergi berenang di sebuah danau di belakang rumahnya. Dengan tergesa-gesa dia berlari keluar pintu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saudara-saudara terkasih dalam Kristus,</p>
<p>Untuk mengawali curahan hati pada hari Raya Paskah 2009 ini, saya mengutip sebuah kisah yang sangat menarik. Kisah ini berjudul, “Tanda-Tanda Luka”<br />
Beberapa tahun yang lalu di sebuah musim panas di Florida bagian selatan. Seorang anak kecil memutuskan untuk pergi berenang di sebuah danau di belakang rumahnya. Dengan tergesa-gesa dia berlari keluar pintu belakang sambil melepaskan sepatu, kaus kaki dan kaosnya, terjun ke air yang dingin. Dia berenang dan berenang terus tanpa disadarinya bahwa dia sudah berada di tengah-tengah danau. Bersamaan dengan itu, seekor buaya besar juga sedang berenang ke arah yang sama. Ibunya dari dalam rumah memandang ke arah jendela dan melihat anaknya dan buaya tersebut semakin lama semakin mendekat satu dengan yang lain. Dengan ketakutan yang luar biasa, dia berlari ke dekat pinggir danau tersebut sambil berteriak kepada anaknya dengan sekuat tenaga. Ketika mendengar teriakan ibunya, anaknya sadar dan berbalik berenang ke arah ibunya.<br />
Namun terlambat sudah &#8230;Buaya besar tersebut juga sudah berhasil menjangkau dia. Dari dermaga, ibu itu menggapai lengan anak lakinya bersamaan dengan buaya besar tersebut menyambar paha dari anaknya. Terjadilah tarik-menarik yang sangat mengerikan antara keduanya. Buaya besar tersebut jauh lebih kuat dari ibunya, namun demikian ibunya bertahan mati-matian untuk tidak menyerah dan membiarkan anaknya terlepas. Seorang petani yang kebetulan lewat di sekitar lokasi mendengar teriakan ibu tersebut, bergegas turun dari mobilnya dan menembak buaya besar itu. Secara luar biasa setelah berminggu-minggu di rumah sakit, anak laki-laki tersebut berhasil diselamatkan dan disembuhkan. Pahanya penuh dengan bekas luka dari serangan buaya yang sangat ganas itu dan di bagian lengannya juga terdapat bekas luka cakaran dari kuku-kuku ibunya yang menancap pada daging lengannya sebagai usaha mempertahankan nyawa anaknya yang dikasihinya.<br />
Setelah lewat masa-masa traumanya, seorang wartawan surat kabar yang mewawancarai anak laki-laki tersebut meminta dia untuk menunjukkan bekas luka-luka di pahanya. Anak tersebut kemudian mengangkat celananya,namun dia secara bangga juga berkata kepada si wartawan..&#8221;Lihat bekas luka-luka di tanganku yang diakibatkan oleh peristiwa tersebut. Ini terjadi karena ibu saya tidak pernah menyerah.. dan mau melepaskan aku.&#8221;</p>
<p>Saudara-saudariku terkasih, anak tadi mampu mengubah pengalaman pahitnya, yakni bekas luka-luka dipaha karena digigit buaya menjadi sebuah pengalaman kebanggaan akan cinta ibunya yang luar biasa untuk bertahan mati-matian menyelamatkan anaknya. Kita semua punya luka-luka batin yang begitu banyak dalam sejarah masa lalu. Namun banyak luka yang masih “menganga” di hati kita dan belum sembuh. Salah satu luka itu terjadi karena kita mendua hati. Di satu sisi, kita ini mengakui bahwa Allah Bapa menjadi satu satunya sumber kehidupan dan masa depan kita. Di sisi lain, tidak jarang kita pun meragukan Allah sebagai andalan hidup kita. Sikap yang mendua hati itu terjadi karena kita kurang sungguh sungguh mengasihi Allah dan sesama.<br />
Kasih kepada Allah itu berbeda dengan mengasihi sesama. Kasih kepada Allah itu berarti saya mestinya tidak meragukan kebijaksanaan Allah. Setelah kita memohonkan ujub kita, tidak jarang kita menanti nanti penuh keraguan, “kapan Allah mengabulkan doaku”. Masihkah ada harapan untuk percaya kepada Allah juga kalau doa tidak dikabulkan? Di situlah sebenarnya dalam ketidakpastian, kita ditantang untuk mempercayakan hidup sepenuhnya kepada Allah. Namun apakah yang terjadi, tanpa disadari, kita lebih suka mencobai Allah, yakni memaksakan kehendak diri sendiri agar Allah mau memenuhi permintaanku, kalau bisa secepatnya. Itulah hidup doa yang mendua: di satu pihak kita berdoa kepada Allah, di sisi lain, kita masih mau memusatkan perhatian hanya pada kepentingan diri sendiri.<br />
Sikap mendua kepada Allah itu pulalah yang akhirnya menentukan sikap kita kepada sesama. Betapa sulit kita belajar “membangun relasi persahabatan dengan sesama, bahkan dengan saudara kita serumah”. Membangun relasi sebagai sahabat adalah inti pokok cinta sejati. Kesejatiannya tidak terletak pada perbuatan baik, melainkan pada sikap untuk membangun dialog dan “belajar untuk memberikan kesempatan” agar orang mampu menentukan keputusannya sendiri. “Pak, apa bisa mengantarku ke pasar sebentar?; “Ibu, apakah bisa menemani aku ke rumah saudara di Alam Sutera?; “Dhe, Bapak minta tolong, apa bisa bantu sebentar ngepel kamarmu?” Beberapa tawaran tadi selalu ada “resiko” ditolak. Orang yang berani menawarkan itu siap untuk ditolak. Padahal pasti rasanya tidak menyenangkan kalau tawaran kita itu akhirnya “ditolak”. Itulah cinta yang beresiko, memberi kesempatan orang lain untuk menentukan keputusan sendiri, sekaligus juga berani menjadi orang yang siap “terluka” hatinya karena ditolak.<br />
Bukankah cinta Allah kepada kita semua adalah cinta yang seutuhnya cinta penuh resiko? Cinta yang utuh itu ditampilkan dalam hidup Yesus dari lahir sampai wafat-Nya di kayu salib. Yesus yang tersalib adalah Yesus yang menampilkan Allah yang mau terluka oleh dosa manusia. Manusia, Adam dan Hawa, dan segala keturunannya, telah dianugerahi kehendak bebas untuk menentukan keputusannya sendiri karena Allah percaya dan menaruh harapan bahwa manusia tumbuh dan berkembang menjadi semakin baik. Ternyata kehendak bebas itu disalahgunakan untuk berbuat dosa. Itulah yang membuat hidup manusia menjadi “terluka’ akibat dosanya sendiri. Namun Allah berusaha menyembuhkan luka manusia itu dengan mengutus Putera Tunggal-Nya Yesus Kristus untuk tinggal dan hidup bersama manusia. Akan tetapi Yesus yang sudah berbuat baik, mengajar dengan berwibawa dan berkuasa, dan membuat mukjijat, ternyata juga Yesus harus membiarkan diri-Nya dilukai oleh orang orang Farisi dan orang orang Yahudi, dengan dituduh menghojat Allah, sampai Ia dipermalukan harga dirinya, “sampai ia mengosongkan diri-Nya dan tidak mempertahankan kesetaraan-Nya dengan Allah sebagai milik, melainkan Ia mengambil rupa seorang hamba dan taat sampai mati di salib (bdk. Flp 2:5-11).<br />
Kesediaan Yesus untuk terluka bahkan mengalami mati bersama dengan manusia, itulah sebuah persembahan yang hidup dan kekal kepada Allah. Allah Bapa menerima persembahan Yesus itu dengan membangkitkan-Nya dari antara orang mati. Kebangkitan-Nya membuat kita tergerak untuk tidak takut menjadi “terluka” untuk memanggul salib, agar kita beroleh kehidupan. Memanggul salib itu memang akan membuat “terluka”. Dalam kondisi “terluka’ akhirnya kita sadar akan keterbatasan kita, dan akhirnya,“ Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku (Gal 2:19-20) Itulah pengalaman Paska. Karena itu jangan putus asa bila Anda mengalami luka karena memikul salib, melainkan jadikanlah luka itu sebagai “tanda istimewa”, bahwa kita sungguh mampu memenangkan pertempuran: mengalahkan kejahatan dalam kebaikan. Semoga dengan berani “terluka”, kita akan belajar sungguh sungguh bertanggung jawab atas hidup bersama sehingga banyak orang mengalami kesejahteraan.<br />
Selamat Paska, Kristus telah bangkit!!! Alleluia! Alleluia!! Allelluia!!</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fex-steris.com%2F2009%2F04%2Fcurahan-hati-untuk-hari-raya-paskah-2009%2F&amp;linkname=Curahan%20hati%20untuk%20hari%20raya%20Paskah%202009"><img src="http://ex-steris.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ex-steris.com/2009/04/curahan-hati-untuk-hari-raya-paskah-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Minggu Palma</title>
		<link>http://ex-steris.com/2009/04/minggu-palma/</link>
		<comments>http://ex-steris.com/2009/04/minggu-palma/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Apr 2009 15:36:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andrie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured Articles]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ex-steris.com/?p=386</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Di kala Yesus disambut di gerbang Yerusalem
umat bagai lautan dengan palma di tangan&#8221;
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-389" title="palma1" src="http://ex-steris.com/wp-content/uploads/2009/04/palma1-150x150.jpg" alt="palma1" width="150" height="150" />&#8220;Di kala Yesus disambut di gerbang Yerusalem</p>
<p>umat bagai lautan dengan palma di tangan&#8221;</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fex-steris.com%2F2009%2F04%2Fminggu-palma%2F&amp;linkname=Minggu%20Palma"><img src="http://ex-steris.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ex-steris.com/2009/04/minggu-palma/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
