<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Crescat et Floreat &#187; Rm. Blasius Slamet Lasmunadi Pr</title>
	<atom:link href="http://ex-steris.com/category/articles/rm-blasius/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ex-steris.com</link>
	<description>Crescat et Floreat</description>
	<lastBuildDate>Sun, 24 May 2009 05:51:53 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=abc</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Kalau engkau dipuji&#8230;., cepat-cepatlah&#8230;.!</title>
		<link>http://ex-steris.com/2009/05/kalau-engkau-dipuji-cepat-cepatlah/</link>
		<comments>http://ex-steris.com/2009/05/kalau-engkau-dipuji-cepat-cepatlah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 May 2009 05:51:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andrie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rm. Blasius Slamet Lasmunadi Pr]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ex-steris.com/?p=428</guid>
		<description><![CDATA[Kalau engkau dipuji karena gantheng, cakep, ramah, cepat cepatlah untuk tidak merasa sudah sempurna, karena ketampanan dan keramahtamahan lahiriah tidaklah menjamin engkau dapat fasilitas hidup semudah yang engkau bayangkan!
Kalau engkau dipuji karena kecantikanmu, cepat cepatlah untuk tidak GEER karena kecantikanmu tidak abadi dan tidak menjadi jaminan untuk kebahagiaanmu..!
Kalau engkau dipuji karena engkau sangat familiar, cepat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau engkau dipuji karena gantheng, cakep, ramah, cepat cepatlah untuk tidak merasa sudah sempurna, karena ketampanan dan keramahtamahan lahiriah tidaklah menjamin engkau dapat fasilitas hidup semudah yang engkau bayangkan!</p>
<p>Kalau engkau dipuji karena kecantikanmu, cepat cepatlah untuk tidak GEER karena kecantikanmu tidak abadi dan tidak menjadi jaminan untuk kebahagiaanmu..!</p>
<p>Kalau engkau dipuji karena engkau sangat familiar, cepat cepatlah untuk melihat bahwa teryata engkau familiar tidak kepada setiap orang, karena engkau masih belum bisa familiar kepada musuhmu dan sainganmu!</p>
<p>Kalau engkau dipuji karena engkau kelihatan saleh dan religius, cepat cepatlah untuk melihat diri, bahwa banyak hidup beriman kita ini tinggal di bibir saja, dan tidak berbuahkan kasih dalam hidup bersama!</p>
<p>Kalau engkau dipuji karena engkau kelihatan menguasai materi yang disajikan kepada para peserta pelatihan, cepat cepatlah diketahui, bahwa masih banyak hal yang tidak sanggup kita mengerti dengan baik! Materi itu hanyalah sebagian kecil dari kekayaan pengetahuan di dunia ini!</p>
<p>Kalau engkau dipuji karena murah hati kepada orang yang miskin, cepat cepatlah engkau melihat dirimu sebagai pribadi yang belum sungguh sungguh sadar dan bebas berbagi kehidupan namun sering masih terpaksa untuk bermurah hati!</p>
<p>Kalau engkau dipuji karena engkau suka mendengarkan orang lain, cepat cepatlah engkau mengakui berapa banyak orang yang engkau dengarkan, mungkin orang yang sama minatnya, kepentingan, visinya denganmu!</p>
<p>Kalau engkau dipuji karena dapat bersahabat dengan banyak orang, cepatlah untuk mengakui ada banyak orang yang menjadi sahabatmu karena mereka menguntungkan dan memberikan banyak fasilitas hidup untukmu.</p>
<p>Kalau engkau dipuji, apakah engkau cepat-cepat melihat dirimu sendiri sebagai orang yang masih belum sempurna?</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fex-steris.com%2F2009%2F05%2Fkalau-engkau-dipuji-cepat-cepatlah%2F&amp;linkname=Kalau%20engkau%20dipuji%26%238230%3B.%2C%20cepat-cepatlah%26%238230%3B.%21"><img src="http://ex-steris.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ex-steris.com/2009/05/kalau-engkau-dipuji-cepat-cepatlah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saat engkau sering mencela aku&#8230;</title>
		<link>http://ex-steris.com/2009/05/saat-engkau-sering-mencela-aku/</link>
		<comments>http://ex-steris.com/2009/05/saat-engkau-sering-mencela-aku/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 May 2009 05:30:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andrie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rm. Blasius Slamet Lasmunadi Pr]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ex-steris.com/?p=426</guid>
		<description><![CDATA[Saat engkau sering mencela aku, aku tertantang untuk melihat diriku harus selalu memperbaiki diriku
Saat engkau sering mengritik pekerjaanku, aku tersinggung, namun aku ditantang untuk bekerja makin sempurna!
Saat engkau mencela masakanku yang terlalu asin menurut lidahmu, aku rasanya memang merasa sia sia, namun aku tertantang untuk belajar masak bukan menurut lidahku, melainkan menurut selera lidahmu!
Saat engkau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat engkau sering mencela aku, aku tertantang untuk melihat diriku harus selalu memperbaiki diriku</p>
<p>Saat engkau sering mengritik pekerjaanku, aku tersinggung, namun aku ditantang untuk bekerja makin sempurna!</p>
<p>Saat engkau mencela masakanku yang terlalu asin menurut lidahmu, aku rasanya memang merasa sia sia, namun aku tertantang untuk belajar masak bukan menurut lidahku, melainkan menurut selera lidahmu!</p>
<p>Saat engkau mencela suaraku yang parau dan &#8220;false&#8221; waktu menyanyikan lagu, aku merasa minder, namun aku kautantang untuk terus berlatih menyanyi!</p>
<p>Saat engkau mencela aku salah memilih jurusan, aku merasa tidak bebas untuk menentukan jalan hidupku, namun aku tertantang untuk menempatkan pilihanku dalam jaringan pilihan orang lain</p>
<p>Saat engkau tidak menyetujui jalan hidupku, aku merasa hidup ini terasa dalam penjara, namun aku tertantang untuk membebaskan diri, karena masa depanku tidak segalanya ditentukan orang lain, melainkan ditentukan keputusan hidupku sekarang ini!</p>
<p>Saat engkau mengatakan aku sombong, aku ingin marah, namun aku tertantang untuk belajar makin rendah hati.</p>
<p>Saat engkau mengatakan aku bodoh, aku tersinggung, namun aku kautantang untuk belajar lebih banyak lagi!</p>
<p>Semoga kita belajar untuk mengubah kelemahan sesamaku menjadi saat saat yang menantang aku untuk makin berubah menjadi lebih baik lagi!</p>
<p>warm regards!</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fex-steris.com%2F2009%2F05%2Fsaat-engkau-sering-mencela-aku%2F&amp;linkname=Saat%20engkau%20sering%20mencela%20aku%26%238230%3B"><img src="http://ex-steris.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ex-steris.com/2009/05/saat-engkau-sering-mencela-aku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Siapakah &#8220;saudaraku&#8221; yang dapat jadi sahabatmu?</title>
		<link>http://ex-steris.com/2009/05/siapakah-saudaraku-yang-dapat-jadi-sahabatmu/</link>
		<comments>http://ex-steris.com/2009/05/siapakah-saudaraku-yang-dapat-jadi-sahabatmu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 May 2009 01:33:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andrie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rm. Blasius Slamet Lasmunadi Pr]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ex-steris.com/?p=408</guid>
		<description><![CDATA[Saudaraku, mungkinkah aku menjadi sahabatmu, apabila aku masih mudah marah bila dikritik dan ditunjukkan kesalahanku?
Saudaraku, kalau engkau masih mudah marah bila dikritik dan ditunjukkan kesalahanmu, itu berarti masih ada luka di hatimu yang masih belum sembuh, bagaikan luka di kaki yang akan terasa begitu sakit karena tersentuh benda yang lembut sekalipun!
Saudaraku, bagaimanakah aku mampu menyembuhkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saudaraku, mungkinkah aku menjadi sahabatmu, apabila aku masih mudah marah bila dikritik dan ditunjukkan kesalahanku?</p>
<p>Saudaraku, kalau engkau masih mudah marah bila dikritik dan ditunjukkan kesalahanmu, itu berarti masih ada luka di hatimu yang masih belum sembuh, bagaikan luka di kaki yang akan terasa begitu sakit karena tersentuh benda yang lembut sekalipun!</p>
<p>Saudaraku, bagaimanakah aku mampu menyembuhkan luka hatiku? Adakah obat mujarab yang bisa cepat menyembuhkan luka luka di hatiku?</p>
<p>Saudaraku, luka itu akan sembuh kalau engkau berani membuka luka hatimu, bagaikan engkau membuka &#8220;penutup&#8221; luka di kakimu, agar dapat diobati.</p>
<p>Iya saudaraku, benar juga&#8230;tapi sakitnya bukan main! Mungkinkah ada cara yang lebih nyaman daripada diobati tapi harus merasakan sakit dan perihnya luka itu, meski nanti setelah diobati, juga sembuh?</p>
<p>Saudaraku, tidak ada jalan lain untuk disembuhkan, kecuali melewati saat-saat yang menyakitkan itu..saat harus menanggung kegelisahan, ketegangan, bahkan perasaan yang muak dan mual sekalipun&#8230;!</p>
<p>Saudaraku&#8230;bagaimanakah aku mampu melewati &#8220;saat-saat yang menyakitkan&#8221; itu?</p>
<p>Saudaraku, kita semua tidak akan mampu untuk menyingkapkan luka luka batin yang memalukan dan menyakitkan itu, kalau kita tidak memohon Roh Kudus untuk memberi kekuatan kepada kita.</p>
<p>Saudaraku,&#8230;kalau begitu&#8230;marilah kita berdoa bersama..agar aku memiliki kekuatan Roh itu..</p>
<p>Jadi, siapakah &#8220;saudaraku&#8221; yang dapat jadi sahabatmu?</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fex-steris.com%2F2009%2F05%2Fsiapakah-saudaraku-yang-dapat-jadi-sahabatmu%2F&amp;linkname=Siapakah%20%26%238220%3Bsaudaraku%26%238221%3B%20yang%20dapat%20jadi%20sahabatmu%3F"><img src="http://ex-steris.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ex-steris.com/2009/05/siapakah-saudaraku-yang-dapat-jadi-sahabatmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Curahan hati untuk hari raya Paskah 2009</title>
		<link>http://ex-steris.com/2009/04/curahan-hati-untuk-hari-raya-paskah-2009/</link>
		<comments>http://ex-steris.com/2009/04/curahan-hati-untuk-hari-raya-paskah-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Apr 2009 01:09:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andrie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rm. Blasius Slamet Lasmunadi Pr]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ex-steris.com/?p=391</guid>
		<description><![CDATA[Saudara-saudara terkasih dalam Kristus,
Untuk mengawali curahan hati pada hari Raya Paskah 2009 ini, saya mengutip sebuah kisah yang sangat menarik. Kisah ini berjudul, “Tanda-Tanda Luka”
Beberapa tahun yang lalu di sebuah musim panas di Florida bagian selatan. Seorang anak kecil memutuskan untuk pergi berenang di sebuah danau di belakang rumahnya. Dengan tergesa-gesa dia berlari keluar pintu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saudara-saudara terkasih dalam Kristus,</p>
<p>Untuk mengawali curahan hati pada hari Raya Paskah 2009 ini, saya mengutip sebuah kisah yang sangat menarik. Kisah ini berjudul, “Tanda-Tanda Luka”<br />
Beberapa tahun yang lalu di sebuah musim panas di Florida bagian selatan. Seorang anak kecil memutuskan untuk pergi berenang di sebuah danau di belakang rumahnya. Dengan tergesa-gesa dia berlari keluar pintu belakang sambil melepaskan sepatu, kaus kaki dan kaosnya, terjun ke air yang dingin. Dia berenang dan berenang terus tanpa disadarinya bahwa dia sudah berada di tengah-tengah danau. Bersamaan dengan itu, seekor buaya besar juga sedang berenang ke arah yang sama. Ibunya dari dalam rumah memandang ke arah jendela dan melihat anaknya dan buaya tersebut semakin lama semakin mendekat satu dengan yang lain. Dengan ketakutan yang luar biasa, dia berlari ke dekat pinggir danau tersebut sambil berteriak kepada anaknya dengan sekuat tenaga. Ketika mendengar teriakan ibunya, anaknya sadar dan berbalik berenang ke arah ibunya.<br />
Namun terlambat sudah &#8230;Buaya besar tersebut juga sudah berhasil menjangkau dia. Dari dermaga, ibu itu menggapai lengan anak lakinya bersamaan dengan buaya besar tersebut menyambar paha dari anaknya. Terjadilah tarik-menarik yang sangat mengerikan antara keduanya. Buaya besar tersebut jauh lebih kuat dari ibunya, namun demikian ibunya bertahan mati-matian untuk tidak menyerah dan membiarkan anaknya terlepas. Seorang petani yang kebetulan lewat di sekitar lokasi mendengar teriakan ibu tersebut, bergegas turun dari mobilnya dan menembak buaya besar itu. Secara luar biasa setelah berminggu-minggu di rumah sakit, anak laki-laki tersebut berhasil diselamatkan dan disembuhkan. Pahanya penuh dengan bekas luka dari serangan buaya yang sangat ganas itu dan di bagian lengannya juga terdapat bekas luka cakaran dari kuku-kuku ibunya yang menancap pada daging lengannya sebagai usaha mempertahankan nyawa anaknya yang dikasihinya.<br />
Setelah lewat masa-masa traumanya, seorang wartawan surat kabar yang mewawancarai anak laki-laki tersebut meminta dia untuk menunjukkan bekas luka-luka di pahanya. Anak tersebut kemudian mengangkat celananya,namun dia secara bangga juga berkata kepada si wartawan..&#8221;Lihat bekas luka-luka di tanganku yang diakibatkan oleh peristiwa tersebut. Ini terjadi karena ibu saya tidak pernah menyerah.. dan mau melepaskan aku.&#8221;</p>
<p>Saudara-saudariku terkasih, anak tadi mampu mengubah pengalaman pahitnya, yakni bekas luka-luka dipaha karena digigit buaya menjadi sebuah pengalaman kebanggaan akan cinta ibunya yang luar biasa untuk bertahan mati-matian menyelamatkan anaknya. Kita semua punya luka-luka batin yang begitu banyak dalam sejarah masa lalu. Namun banyak luka yang masih “menganga” di hati kita dan belum sembuh. Salah satu luka itu terjadi karena kita mendua hati. Di satu sisi, kita ini mengakui bahwa Allah Bapa menjadi satu satunya sumber kehidupan dan masa depan kita. Di sisi lain, tidak jarang kita pun meragukan Allah sebagai andalan hidup kita. Sikap yang mendua hati itu terjadi karena kita kurang sungguh sungguh mengasihi Allah dan sesama.<br />
Kasih kepada Allah itu berbeda dengan mengasihi sesama. Kasih kepada Allah itu berarti saya mestinya tidak meragukan kebijaksanaan Allah. Setelah kita memohonkan ujub kita, tidak jarang kita menanti nanti penuh keraguan, “kapan Allah mengabulkan doaku”. Masihkah ada harapan untuk percaya kepada Allah juga kalau doa tidak dikabulkan? Di situlah sebenarnya dalam ketidakpastian, kita ditantang untuk mempercayakan hidup sepenuhnya kepada Allah. Namun apakah yang terjadi, tanpa disadari, kita lebih suka mencobai Allah, yakni memaksakan kehendak diri sendiri agar Allah mau memenuhi permintaanku, kalau bisa secepatnya. Itulah hidup doa yang mendua: di satu pihak kita berdoa kepada Allah, di sisi lain, kita masih mau memusatkan perhatian hanya pada kepentingan diri sendiri.<br />
Sikap mendua kepada Allah itu pulalah yang akhirnya menentukan sikap kita kepada sesama. Betapa sulit kita belajar “membangun relasi persahabatan dengan sesama, bahkan dengan saudara kita serumah”. Membangun relasi sebagai sahabat adalah inti pokok cinta sejati. Kesejatiannya tidak terletak pada perbuatan baik, melainkan pada sikap untuk membangun dialog dan “belajar untuk memberikan kesempatan” agar orang mampu menentukan keputusannya sendiri. “Pak, apa bisa mengantarku ke pasar sebentar?; “Ibu, apakah bisa menemani aku ke rumah saudara di Alam Sutera?; “Dhe, Bapak minta tolong, apa bisa bantu sebentar ngepel kamarmu?” Beberapa tawaran tadi selalu ada “resiko” ditolak. Orang yang berani menawarkan itu siap untuk ditolak. Padahal pasti rasanya tidak menyenangkan kalau tawaran kita itu akhirnya “ditolak”. Itulah cinta yang beresiko, memberi kesempatan orang lain untuk menentukan keputusan sendiri, sekaligus juga berani menjadi orang yang siap “terluka” hatinya karena ditolak.<br />
Bukankah cinta Allah kepada kita semua adalah cinta yang seutuhnya cinta penuh resiko? Cinta yang utuh itu ditampilkan dalam hidup Yesus dari lahir sampai wafat-Nya di kayu salib. Yesus yang tersalib adalah Yesus yang menampilkan Allah yang mau terluka oleh dosa manusia. Manusia, Adam dan Hawa, dan segala keturunannya, telah dianugerahi kehendak bebas untuk menentukan keputusannya sendiri karena Allah percaya dan menaruh harapan bahwa manusia tumbuh dan berkembang menjadi semakin baik. Ternyata kehendak bebas itu disalahgunakan untuk berbuat dosa. Itulah yang membuat hidup manusia menjadi “terluka’ akibat dosanya sendiri. Namun Allah berusaha menyembuhkan luka manusia itu dengan mengutus Putera Tunggal-Nya Yesus Kristus untuk tinggal dan hidup bersama manusia. Akan tetapi Yesus yang sudah berbuat baik, mengajar dengan berwibawa dan berkuasa, dan membuat mukjijat, ternyata juga Yesus harus membiarkan diri-Nya dilukai oleh orang orang Farisi dan orang orang Yahudi, dengan dituduh menghojat Allah, sampai Ia dipermalukan harga dirinya, “sampai ia mengosongkan diri-Nya dan tidak mempertahankan kesetaraan-Nya dengan Allah sebagai milik, melainkan Ia mengambil rupa seorang hamba dan taat sampai mati di salib (bdk. Flp 2:5-11).<br />
Kesediaan Yesus untuk terluka bahkan mengalami mati bersama dengan manusia, itulah sebuah persembahan yang hidup dan kekal kepada Allah. Allah Bapa menerima persembahan Yesus itu dengan membangkitkan-Nya dari antara orang mati. Kebangkitan-Nya membuat kita tergerak untuk tidak takut menjadi “terluka” untuk memanggul salib, agar kita beroleh kehidupan. Memanggul salib itu memang akan membuat “terluka”. Dalam kondisi “terluka’ akhirnya kita sadar akan keterbatasan kita, dan akhirnya,“ Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku (Gal 2:19-20) Itulah pengalaman Paska. Karena itu jangan putus asa bila Anda mengalami luka karena memikul salib, melainkan jadikanlah luka itu sebagai “tanda istimewa”, bahwa kita sungguh mampu memenangkan pertempuran: mengalahkan kejahatan dalam kebaikan. Semoga dengan berani “terluka”, kita akan belajar sungguh sungguh bertanggung jawab atas hidup bersama sehingga banyak orang mengalami kesejahteraan.<br />
Selamat Paska, Kristus telah bangkit!!! Alleluia! Alleluia!! Allelluia!!</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fex-steris.com%2F2009%2F04%2Fcurahan-hati-untuk-hari-raya-paskah-2009%2F&amp;linkname=Curahan%20hati%20untuk%20hari%20raya%20Paskah%202009"><img src="http://ex-steris.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ex-steris.com/2009/04/curahan-hati-untuk-hari-raya-paskah-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saat engkau sangat senang&#8230;. Bagikan</title>
		<link>http://ex-steris.com/2009/03/saat-engkau-sangat-senang-bagikan/</link>
		<comments>http://ex-steris.com/2009/03/saat-engkau-sangat-senang-bagikan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Mar 2009 04:26:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andrie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rm. Blasius Slamet Lasmunadi Pr]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ex-steris.com/?p=370</guid>
		<description><![CDATA[Saat engkau sangat senang dikatakan orang yang mandiri, sebenarnya dirimu belum mengakui juga kecenderunganmu untuk tergantung pada orang lain.
Saat engkau sangat senang dipuji, dikatakan hebat dan diistimewakan, sebenarnya dirimu belum membuka kesempatan untuk membiarkan dirimu dicela, dikritik dan diremehkan!
Saat engkau begitu senangnya dapat mematahkan pendapat lawan bicaramu, sebenarnya dirimu belum sungguh memahami betapa orang lain [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat engkau sangat senang dikatakan orang yang mandiri, sebenarnya dirimu belum mengakui juga kecenderunganmu untuk tergantung pada orang lain.</p>
<p>Saat engkau sangat senang dipuji, dikatakan hebat dan diistimewakan, sebenarnya dirimu belum membuka kesempatan untuk membiarkan dirimu dicela, dikritik dan diremehkan!</p>
<p>Saat engkau begitu senangnya dapat mematahkan pendapat lawan bicaramu, sebenarnya dirimu belum sungguh memahami betapa orang lain membutuhkan kedua telingamu untuk mendengarkan jeritan hatinya yang kecewa!</p>
<p>Saat engkau begitu bangganya dapat berbicara tegas tanpa basa basi, apalagi bangga kalau orang lain menjadi tersinggung dan sungkan padamu, itu artinya dirimu masih belum merasakan bahwa orang lain menjerit kesakitan karena tajamnya kata-katamu.</p>
<p>Saat engkau begitu bangga bisa menjadi pembicara dalam berbagai pelatihan, saat itulah engkau belum menyadari betapa tidak dirimu mesti bersyukur bahwa masih banyak orang mau mendengarkan perkataanmu, juga kalau penjelasanmu membosankan sekalipun.</p>
<p>Saat engkau mengalami kemapanan dan kesenangan, rasanya dunia tidak boleh berubah, hari tidak perlu berganti, engkau pun tidak mau berpindah, dan tidak berani masuk dalam ketidakpastian.</p>
<p>Saat engkau tidak berani masuk dalam ketidakpastian yang kerap kali penuh kegelisahan, kegamangan dan kekaburan, itulah berarti ada rahmat Tuhan yang tersembunyi, yakni memindahkan pusat hidup dari diri sendiri menuju kepada Allah Sang Sumber Kehidupan.</p>
<p>Dalam ketidakpastian itulah, iman yang diucapkan dengan bibir ditantang untuk bergerak tumbuh dan dan berkembang dalam pengharapan!<br />
Dalam pengharapan itu, orang beriman semakin mengenal Allah yang menjadi andalan hidupnya, dan akhirnya terdorong juga untuk berbagi kesaksian, siapakah Allah yang menjadi andalannya. &#8220;Allah adalah kasih&#8221; Itulah Allah yang menjadi inti kesaksian hidupnya!</p>
<p>Semoga kita tidak lagi menggantikan kehadiran kasih Allah yang telah penuh dalam hidup kita dengan &#8220;dunia&#8221;, melainkan membagikan kasih-Nya dalam seluruh hidup.</p>
<p>salam hangat</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fex-steris.com%2F2009%2F03%2Fsaat-engkau-sangat-senang-bagikan%2F&amp;linkname=Saat%20engkau%20sangat%20senang%26%238230%3B.%20Bagikan"><img src="http://ex-steris.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ex-steris.com/2009/03/saat-engkau-sangat-senang-bagikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sharing mawar &amp; bakung</title>
		<link>http://ex-steris.com/2009/03/sharing-mawar-bakung/</link>
		<comments>http://ex-steris.com/2009/03/sharing-mawar-bakung/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Mar 2009 04:30:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andrie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rm. Blasius Slamet Lasmunadi Pr]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ex-steris.com/?p=356</guid>
		<description><![CDATA[Suatu pagi, setelah merayakan lebaran bersama keluarga, Jeng Jerawati mulai merawat kembali pot-pot bunga di halaman depan yang tidak terlalu luas. Bunga mawar dengan aneka warna, bentuk dan aromanya, ada di deretan tengah&#8230;sementara bunga bakung warna putih dan merah mengelilinginya.
Nah, suatu saat terdengarlah percakapan di antara mereka. Salah satu bunga mawar merah hati itu bertanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Suatu pagi, setelah merayakan lebaran bersama keluarga, Jeng Jerawati mulai merawat kembali pot-pot bunga di halaman depan yang tidak terlalu luas. Bunga mawar dengan aneka warna, bentuk dan aromanya, ada di deretan tengah&#8230;sementara bunga bakung warna putih dan merah mengelilinginya.</p>
<p align="justify">Nah, suatu saat terdengarlah percakapan di antara mereka. Salah satu bunga mawar merah hati itu bertanya kepada bunga bakung putih, &#8220;Bunga bakung, kenapa sih aku kok malah dikelilingi dirimu dan teman-temanmu&#8221; Apa nggak salah ya, Jeng Jerawati menaruh aku? Aku kan punya duri, kenapa mesti takut ada musuh.&#8221; Sambil tersenyum dan menebarkan wangi, bunga bakung pun menyahut, &#8220;Mawar, sahabatku, mestinya dirim bangga, dilindungi, ditaruh ditengah oleh Jeng Jerawati. Ngomong-ngomong, aku pernah dengar ceritanya Jeng ama suaminya Panurata. katanya begini, &#8220;Mas, bunga bakung ini tidak berduri, tapi dia pinter banget memberi kenyamanan kepada para tamu kita, sehingga setelah mencium bau bakung ini, mereka tidak tertarik memetik bunga bunga mawar.&#8221; Tapi Mas Panurata waktu itu protes, &#8220;Jeng, apa nggak terbalik, lebih baik bunga mawar itu yang mengelilingi bunga bakung, kan mawar berduri.&#8221; Lalu Jeng Jerawati menjawab lagi, &#8216;Mas, yang berduri itu tidak harus melindungi, sebaliknya yang berduri malah mesti dilindungi!&#8221; Mas Panurata diam, karena dia bingung, apa arti kata isterinya itu.</p>
<p align="justify">Setelah mendegar cerita bunga Bakung itu, Mawar pun berujar, &#8220;Ehm gitu&#8230;jadi yang berduri malah mesti dilindungi&#8230;.?? Aneh ya&#8230;.! Bunga bakung pun lalu tersenyum, &#8220;Belum paham juga ya&#8230;?? Begini, kita itu butuh orang yang saling bisa mengerti kelemahan&#8230;kelemahanmu dalam bentuk duri, tapi suatu saat aku juga lemah kalau aku tinggal dedaunan saja setelah 1-2 hari mekar, karena kelopak bungaku cepat membusuk.Nah kalau mawar di tengah, aku jadi ikut indah gitu , meski hanya daun-daun selama sekitar 1 bulan.&#8221; Tanpa terasa Mawar terharu mendengar cerita Bunga Bakung, &#8220;Terima kasih ya, engkau mau berusaha mengerti aku&#8221;. Bunga Bakungpun terus berbalik menyahut, &#8220;Mawar, jadilah dirimu sendiri, walau berduri, dirimu tetap berarti untuk orang lain&#8221;. Mawar mengangguk lega, &#8220;Iya, sahabatku Bunga Bakung, kamu juga mesti yakin, dirimu itu menjadi teladan bagi banyak orang, setia untuk menyepi setelah berbunga sampai satu bulan. Sementara banyak orang lain setelah melejit dan berprestasi malah lupa &#8220;menyepi dan hening&#8221;. Terima kasih Bunga Bakung..!</p>
<p align="justify">Jerawati mendengarkan pembicaraan mereka begitu menarik, &#8220;Tidak sia sia aku menanam buka bakung dan bunga mawar&#8221; Semoga aku bisa mewujudkan teladan bunga bakung, yang mau menyepi setiap kali selesai berbunga&#8230;dan seperti bunga mawar yang bangga akan duri yang dimilikinya</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fex-steris.com%2F2009%2F03%2Fsharing-mawar-bakung%2F&amp;linkname=Sharing%20mawar%20%26%23038%3B%20bakung"><img src="http://ex-steris.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ex-steris.com/2009/03/sharing-mawar-bakung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berjalan dengan keong!</title>
		<link>http://ex-steris.com/2009/03/berjalan-dengan-keong/</link>
		<comments>http://ex-steris.com/2009/03/berjalan-dengan-keong/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Mar 2009 04:26:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andrie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rm. Blasius Slamet Lasmunadi Pr]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ex-steris.com/?p=318</guid>
		<description><![CDATA[Tuhan memberiku sebuah tugas, yaitu membawa keong jalan-jalan.
Aku tak dapat jalan terlalu cepat, keong sudah berusaha keras merangkak. Setiap kali hanya beralih sedemikian sedikit.
Aku mendesak, menghardik, memarahinya, Keong memandangku dengan pandangan meminta-maaf, serasa berkata : &#8220;aku sudah berusaha dengan segenap tenaga !&#8221;
Aku menariknya, menyeret, bahkan menendangnya, keong terluka. Ia mengucurkan keringat, nafas tersengal-sengal, merangkak ke [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tuhan memberiku sebuah tugas, yaitu membawa keong jalan-jalan.<br />
Aku tak dapat jalan terlalu cepat, keong sudah berusaha keras merangkak. Setiap kali hanya beralih sedemikian sedikit.<br />
Aku mendesak, menghardik, memarahinya, Keong memandangku dengan pandangan meminta-maaf, serasa berkata : &#8220;aku sudah berusaha dengan segenap tenaga !&#8221;</p>
<p>Aku menariknya, menyeret, bahkan menendangnya, keong terluka. Ia mengucurkan keringat, nafas tersengal-sengal, merangkak ke depan.<br />
Sungguh aneh, mengapa Tuhan memintaku mengajak seekor keong berjalan-jalan.<br />
Ya Tuhan! Mengapa ? Langit sunyi-senyap. Biarkan saja keong merangkak didepan, aku kesal dibelakang. Pelankan langkah, tenangkan hati&#8230;.</p>
<p>Oh? Tiba-tiba tercium aroma bunga, ternyata ini adalah sebuah taman bunga.<br />
Aku rasakan hembusan sepoi angin, ternyata angin malam demikian lembut.<br />
Ada lagi! Aku dengar suara kicau burung, suara dengung cacing.<br />
Aku lihat langit penuh bintang cemerlang.<br />
Oh? Mengapa dulu tidak rasakan semua ini ?<br />
Barulah aku teringat, Mungkin aku telah salah menduga!</p>
<p>Ternyata Tuhan meminta keong menuntunku jalan-jalan sehingga aku dapat mamahami dan merasakan keindahan taman ini yang tak pernah kualami kalo aku berjalan sendiri dengan cepatnya.<br />
&#8220;He&#8217;s here and with me for a reason&#8221;<br />
Saat bertemu dengan orang yang benar-benar engkau kasihi,<br />
Haruslah berusaha memperoleh kesempatan untuk bersamanya seumur hidupmu.<br />
Karena ketika dia telah pergi, segalanya telah terlambat.</p>
<p>Saat bertemu teman yang dapat dipercaya, rukunlah bersamanya.<br />
Karena seumur hidup manusia, teman sejati tak mudah ditemukan.<br />
Saat bertemu penolongmu,<br />
Ingat untuk bersyukur padanya.<br />
Karena ialah yang mengubah hidupmu</p>
<p>Saat bertemu orang yang pernah kau cintai,<br />
Ingatlah dengan tersenyum untuk berterima-kasih .<br />
Karena ia lah orang yang membuatmu lebih mengerti tentang kasih.</p>
<p>Saat bertemu orang yang pernah kau benci,<br />
Sapalah dengan tersenyum.<br />
Karena ia membuatmu semakin teguh / kuat.</p>
<p>Saat bertemu orang yang pernah mengkhianatimu,Baik-baiklah berbincanglah dengannya.<br />
Karena jika bukan karena dia, hari ini engkau tak memahami dunia ini.</p>
<p>Saat bertemu orang yang pernah diam-diam kau cintai,<br />
Berkatilah dia.<br />
Karena saat kau mencintainya, bukankah berharap ia bahagia ?</p>
<p>Saat bertemu orang yang tergesa-gesa meninggalkanmu,<br />
Berterima-kasihlah bahwa ia pernah ada dalam hidupmu.<br />
Karena ia adalah bagian dari nostalgiamu</p>
<p>Saat bertemu orang yang pernah salah-paham padamu,<br />
Gunakan saat tersebut untuk menjelaskannaya.<br />
Karena engkau mungkin hanya punya satu kesempatan itu saja untuk menjelaskan</p>
<p>Saat bertemu orang yang saat ini menemanimu seumur hidup,<br />
Berterima-kasihlah sepenuhnya bahwa ia mencintaimu.<br />
Karena saat ini kalian mendapatkan kebahagiaan dan cinta sejati..</p>
<p>sumber: http://www.cerita-kristen.com/joomla/content/view/481/2/</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fex-steris.com%2F2009%2F03%2Fberjalan-dengan-keong%2F&amp;linkname=Berjalan%20dengan%20keong%21"><img src="http://ex-steris.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ex-steris.com/2009/03/berjalan-dengan-keong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saat Awan Mendung&#8230;</title>
		<link>http://ex-steris.com/2009/02/saat-awan-mendung/</link>
		<comments>http://ex-steris.com/2009/02/saat-awan-mendung/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Feb 2009 13:42:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andrie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rm. Blasius Slamet Lasmunadi Pr]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ex-steris.com/?p=316</guid>
		<description><![CDATA[Saat awan mendung, selalu saja ada harapan, kan bersinar pelangi yang indah!
Saat hati mendung, selalu ada harapan akan hadirnya Roh Tuhan yang memberikan harapan dan gairah serta semangat baru!
Saat ada banyak pertanyaan yang tidak jelas untuk diriku, selalu ada saja jawaban yang membuatku bangkit dari keterpurukan!
Saat ada banyak kebencian yang menyelimuti aku, karena ketidacocokanku, perbedaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat awan mendung, selalu saja ada harapan, kan bersinar pelangi yang indah!<br />
Saat hati mendung, selalu ada harapan akan hadirnya Roh Tuhan yang memberikan harapan dan gairah serta semangat baru!<br />
Saat ada banyak pertanyaan yang tidak jelas untuk diriku, selalu ada saja jawaban yang membuatku bangkit dari keterpurukan!<br />
Saat ada banyak kebencian yang menyelimuti aku, karena ketidacocokanku, perbedaan pendapat dengan temanku, selalu ada harapan untuk berdamai kembali dengannya!<br />
Saat ada banyak rasa enggan untuk bertemu dengan temanku, di situlah ada harapan untuk mencari dia dan lebih dahulu menyapanya, &#8220;Halooo, pa kabar?&#8221;<br />
Saat ada banyak kebosanan, di situlah ada banyak saat untuk mencari kesegaran baru dalam Tuhan, Sang Air Kehidupan!<br />
Saat ada banyak kegelisahan tak menentu, di situlah, kusadari aku sendiri tidak bisa mengandalkan diri sendiri, melainkan ada saat untuk mencari Tuhan, harapan satu-satunya masa depanku.<br />
Saat ada banyak keragu-raguan untuk melangkah, selalu ada kesempatan untuk berani melangkah di tengah ketidakpastian, karena dalam ketidakpastian ada saat untuk berharap, juga kalau tidak ada alasan untuk berharap sekalipun.<br />
Saat ada rasa nyamanpun, di situlah kita terbuka untuk menyadari ada banyak ketidaknyamanan di dunia ini, karenanya biarlah rasa nyaman dalam dirimu tidaklah perlu terus menerus dialami.<br />
Saat ada kepastian jaminan masa depan karena ada banyak kekayaan,janganlah lupa bahwa akan timbul tenggalam banyak kekuatiran kalau harta kita hilang, ada gejala kita menjadi tidak mudah murah hati karena ketakutan harta kita berkurang&#8230;!<br />
Saat ada banyak pujian untuk dirimu, janganlah lupa bahwa ada banyak orang yang tidak mendapatkan pujian padahal mereka sudah bekerja keras untuk kepentingan banyak orang!<br />
Saat engkau senang memakai baju yang baru dengan harga yang mahal, janganlah lupa ada banyak karyawan buruh pakaian yang masih belum kecukupan.<br />
Saat engkau makan enak, janganlah lupa dengan banyak orang yang masih kesulitan untuk makan saat ini, karena itu, janganlah engkau bangga bila mengatakan, &#8220;sekarang kita mau makan di mana?&#8221;<br />
Saat engkau bisa tidur pulas di atas kasur yang empuk, ingatlah ada banyak orang tidur di manapun mereka bisa merebahkan punggungnya yang kecapekan karena berjuang keras mencari makan seharian.</p>
<p>Semoga makin banyak orang menemukan rahmat Tuhan di tengah kenyataaan yang pahit sekalipun.</p>
<p>Warm regards!</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fex-steris.com%2F2009%2F02%2Fsaat-awan-mendung%2F&amp;linkname=Saat%20Awan%20Mendung%26%238230%3B"><img src="http://ex-steris.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ex-steris.com/2009/02/saat-awan-mendung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cerita Ombak</title>
		<link>http://ex-steris.com/2009/02/cerita-ombak/</link>
		<comments>http://ex-steris.com/2009/02/cerita-ombak/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Feb 2009 07:48:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andrie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rm. Blasius Slamet Lasmunadi Pr]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ex-steris.com/?p=290</guid>
		<description><![CDATA[Seorang pemuda duduk sendirian di tepi pantai. la
me¬natap sedih ombak yang berkejaran tiada henti.
Om¬bak merasa iba terhadap si pemuda.
&#8220;Sahabat, mengapa engkau tampak pilu sepanjang hari?&#8221;
&#8220;Ah, aku sedang merenung dan mencari jalan keluar
supaya dapat hidup lepas dari penderitaan. Aku ingin
sepertimu, yang sepanjang hari menari dan berkejaran
tanpa henti. Bagaimana engkau bisa demikian, wahai
Ombak?&#8221;
&#8220;Karena aku bahagia.&#8221;
&#8220;Bagaimana engkau dapat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang pemuda duduk sendirian di tepi pantai. la<br />
me¬natap sedih ombak yang berkejaran tiada henti.<br />
Om¬bak merasa iba terhadap si pemuda.</p>
<p>&#8220;Sahabat, mengapa engkau tampak pilu sepanjang hari?&#8221;</p>
<p>&#8220;Ah, aku sedang merenung dan mencari jalan keluar<br />
supaya dapat hidup lepas dari penderitaan. Aku ingin<br />
sepertimu, yang sepanjang hari menari dan berkejaran<br />
tanpa henti. Bagaimana engkau bisa demikian, wahai<br />
Ombak?&#8221;</p>
<p>&#8220;Karena aku bahagia.&#8221;</p>
<p>&#8220;Bagaimana engkau dapat bahagia?&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku mengikuti dan menikmati setiap perjalanan air<br />
dari hulu hingga ke hilir yg berkelok-kelok membuatku<br />
bahagia. Demikian jika kamu menikmati perjalanan<br />
hidupmu yg berkelok-kelok di samudera realitas yang<br />
luas ini engkau mungkin akan jadi ikut bahagia&#8221;</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fex-steris.com%2F2009%2F02%2Fcerita-ombak%2F&amp;linkname=Cerita%20Ombak"><img src="http://ex-steris.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ex-steris.com/2009/02/cerita-ombak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Haruskah aku percaya pada-Mu, Tuhan?</title>
		<link>http://ex-steris.com/2009/02/haruskah-aku-percaya-pada-mu-tuhan/</link>
		<comments>http://ex-steris.com/2009/02/haruskah-aku-percaya-pada-mu-tuhan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Feb 2009 04:39:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andrie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rm. Blasius Slamet Lasmunadi Pr]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ex-steris.com/?p=286</guid>
		<description><![CDATA[Begitulah pertanyaanku pada-Mu, Tuhan! Haruskah aku percaya pada-Mu? Tuhan pun menjawabku, &#8220;Kenapa harus? Siapa yang mengharuskanmu percaya pada-Ku?&#8221; Aku bingung, &#8220;Ya tradisi iman orangtuaku mengatakannya, kita wajib percaya pada Tuhan!&#8221; Lalu sambil memegang dagu-Nya, Tuhan pun menyahut, &#8220;Ehmm&#8230;.kalau percaya itu kewajiban, lalu kamu mau menuntut hak apa?&#8221; Aku juga tidak mampu menjawab dengan kata yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Begitulah pertanyaanku pada-Mu, Tuhan! Haruskah aku percaya pada-Mu? Tuhan pun menjawabku, &#8220;Kenapa harus? Siapa yang mengharuskanmu percaya pada-Ku?&#8221; Aku bingung, &#8220;Ya tradisi iman orangtuaku mengatakannya, kita wajib percaya pada Tuhan!&#8221; Lalu sambil memegang dagu-Nya, Tuhan pun menyahut, &#8220;Ehmm&#8230;.kalau percaya itu kewajiban, lalu kamu mau menuntut hak apa?&#8221; Aku juga tidak mampu menjawab dengan kata yang baik, &#8220;Ya tidak sejauh itu aku berpikir, tahunya kewajiban itu keharusan! Selesai sudah!&#8221;</p>
<p align="justify">Dalam mimpiku, Tuhan mengajakku jalan jalan, lalu Dia mencabut rumput dan memberikan padaku, &#8220;Met, haruskah Aku menciptakan rumput ini? Padahal rumput ini tanaman yang tumbuh begitu saja, lalu sering dicabut, dan dicampakkan ke api! Paling kalau jumlahnya banyak, rumput itu jadi makanan ternak: sapi, kambing, kerbau, kuda, dst. &#8221; Aku mulai mencoba memahami pertanyaan Yesus, &#8220;Iya Tuhan, mestinya tidak harus menciptakan, tapi karena Engkau memikirkan semuanya&#8230;Engkau memperhatikan semuanya&#8230;.! Engkau mencintai semuanya. Yang Engkau ciptakan, engkau sayangi&#8221;</p>
<p align="justify">Lalu Tuhan pun bertanya lagi padaku, &#8220;Jadi bisakah kau jawab sendiri pertanyaanmu?&#8221; Aku terbangun, &#8220;Iya Tuhan, aku tidak harus percaya pada-Mu, tapi karena aku mencintai Engkau, aku tidak akan merasa terpaksa percaya pada-Mu&#8221;</p>
<p>Have a nice today!</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fex-steris.com%2F2009%2F02%2Fharuskah-aku-percaya-pada-mu-tuhan%2F&amp;linkname=Haruskah%20aku%20percaya%20pada-Mu%2C%20Tuhan%3F"><img src="http://ex-steris.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ex-steris.com/2009/02/haruskah-aku-percaya-pada-mu-tuhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
