<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Crescat et Floreat &#187; Renungan</title>
	<atom:link href="http://ex-steris.com/category/articles/renungan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ex-steris.com</link>
	<description>Crescat et Floreat</description>
	<lastBuildDate>Sun, 24 May 2009 05:51:53 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=abc</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Hari Kenaikan Tuhan Yesus</title>
		<link>http://ex-steris.com/2009/05/hari-kenaikan-tuhan-yesus/</link>
		<comments>http://ex-steris.com/2009/05/hari-kenaikan-tuhan-yesus/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 May 2009 01:57:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andrie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ex-steris.com/?p=410</guid>
		<description><![CDATA[Kis 3:1-11; Ef 1:17-23; Mat 28:16-20
“Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”
“Uang simpanan saya di Bank silahkan dibagi 80% untuk keluarga: adik-
adik dan keponakan saya dan 20% diserahkan kepada Keuskupan”,
demikian salah satu isi surat wasiat terakhir dari Bapak Kardinal
Justinus Darmojuwono Pr, yang beliau katakan secara lisan dan
ditulis oleh keponakannya dan disaksikan oleh saudara-saudarinya
maupun pejabat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><u>Kis 3:1-11; Ef 1:17-23; Mat 28:16-20</u></p>
<p>“Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”</p>
<p>“Uang simpanan saya di Bank silahkan dibagi 80% untuk keluarga: adik-<br />
adik dan keponakan saya dan 20% diserahkan kepada Keuskupan”,<br />
demikian salah satu isi surat wasiat terakhir dari Bapak Kardinal<br />
Justinus Darmojuwono Pr, yang beliau katakan secara lisan dan<br />
ditulis oleh keponakannya dan disaksikan oleh saudara-saudarinya<br />
maupun pejabat Keuskupan sementara beliau berbaring di rumah sakit,<br />
satu hari sebelum dipanggil Tuhan. Beliau sendiri telah<br />
menyerahkan `surat wasiat resmi’ yang dibuat dengan tanda tangan di<br />
atas meterai, yang isinya sangat berbeda dengan yang beliau<br />
katakan sehari sebelum dipanggil Tuhan, meninggalkan kita semua<br />
untuk menghadap Bapa di sorga. Apa yang beliau katakan pada hari/jam-<br />
jam terakhir menjelang dipanggil Tuhan atau menghadap Bapa di sorga<br />
lebih kuat dan kuasa daripada apa yang ditulis secara resmi/formal,<br />
itulah yang akhirnya kita laksanakan. Memang pada umum kata-kata<br />
terakhir dari orangtua, saudara-saudari kita menjelang dipanggil<br />
Tuhan, menghadap Bapa di sorga sungguh bermakna dan menjiwai yang<br />
ditinggalkan. Pada hari Raya Kenaikan Tuhan hari ini, sebelum naik<br />
ke sorga, Ia berpesan kepada para murid: “Kepada-Ku telah diberikan<br />
segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah<br />
semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak<br />
dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang<br />
telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu<br />
senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (Mat 28:18-20). Semoga pesan<br />
ini menjiwai kita semua dan hidup dan bekerja, maka marilah kita<br />
renungkan dan hayati pesan tersebut. Ada 3(tiga) pesan: (1)<br />
jadikanlah semua bangsa muridKu, (2) baptislah mereka dalam nama<br />
Bapa dan Anak dan Roh Kudus dan (3) ajarlah mereka melakukan segala<br />
sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu, dan selama kita<br />
melaksanakan pesan tersebut “Aku menyertai kamu senantiasa sampai<br />
akhir zaman”.</p>
<p>“Jadikanlah semua bangsa muridKu”</p>
<p>Yesus adalah Penyelamat Dunia, Ia datang ke dunia untuk<br />
menyelamatkan seluruh bangsa di dunia serta seluruh isi dunia. Kita<br />
semua yang menjadi murid atau pengikutNya atau percaya kepadaNya<br />
dipanggil untuk meneruskan tugas perutusanNya: menyelamatkan seluruh<br />
bangsa dan dunia, “Jadikanlah semua bangsa muridKu”, demikian<br />
pesanNya kepada kita semua.</p>
<p>Seseorang disebut `murid baik’ pada umumnya memiliki ciri-ciri<br />
sebagai berikut: gembira, bergairah, siap sedia menerima segala<br />
sesuatu yang baru, terbuka, penuh harapan masa depan, mudah dibina<br />
dan dibentuk menuju ke pribadi yang cerdas beriman , terbuka pada<br />
Penyelenggaraan Ilahi, dst.. Kita dipanggil untuk mendampingi atau<br />
menemani sesama kita memiliki sikap-sikap macam itu, tentu saja diri<br />
kita sendiri memiliki ciri-ciri atau sikap-sikap tersebut di atas,<br />
sehingga kita layak dan mampu mendampingi dan menemani saudara-<br />
saudari kita. Menjadi murid Yesus berarti menjadi “Umat Allah yang<br />
baru, suatu umat manusia berasal dari Yesus. Kepada `Umat Baru’ ini<br />
seluruh umat manusia dipanggil. Ras, bangsa, dan keturunan tidak<br />
memainkan peranan. Yang penting ialah keinsafan akan ketidakmampuan<br />
sendiri, serta kesediaan menerima Kerajaan Allah” (KWI: Iman<br />
Katolik, buku Informasi dan Referensi, Jakarta 1996, hal 271)</p>
<p>“Keinsafan akan ketidakmampuan sendiri, serta kesediaan menerima<br />
Kerajaan Allah”, inilah yang harus menjadi milik kita, kita hayati<br />
serta sebarluaskan kepada sesama dan saudara-saudari kita, tanpa<br />
pandang suku, ras, agama, bangsa dan keturunan. Hidup serta segala<br />
sesuatu yang menyertai hidup kita adalah anugerah Allah, berasal<br />
dari Allah dan kita terima melalui sesama dan saudara-saudari kita<br />
yang baik dan murah hati, orang-orang yang `dirajai/dikuasai oleh<br />
Allah’. Maka sikap hidup yang baik adalah senantiasa bersyukur dan<br />
berterima kasih sebagai bentuk aktif dari `keinsafan akan<br />
ketidakmampuan sendiri, serta kesediaan menerima Kerajaan Allah’.<br />
Syukur dan terima kasih menjadi cirikhas hidup seorang `murid yang<br />
baik, sejati’.</p>
<p>“Baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus”</p>
<p>“Melalui pembaptisan orang dimasukkan ke dalam misteri Kristus.<br />
Mereka mati, dikuburkan dan dibangkitkan bersama Dia; mereka<br />
menerima Roh pengangkatan menjadi anak, dan dalam Roh itu berseru:<br />
Abba, Bapa; demikianlah mereka menjadi penyembah sejati, yang dicari<br />
oleh Bapa” (Vatikan II: SC no 6). Menjadi `penyembah sejati’ serta<br />
membantu sesama menjadi `penyembah sejati’ itulah panggilan kita<br />
semua</p>
<p>“Menyembah” yang dalam atau berasal dari bahasa<br />
Latin `adoro/adorare’ , yang memiliki berbagai arti antara lain:<br />
berbicara kepada, menyeru memohon-mohon, berbakti dan memberi<br />
hormat. Maka menjadi `penyembah sejati’ berarti memiliki ciri-ciri<br />
tersebut.:<br />
• Berbicara kepada Tuhan maupun sesama manusia. Berbicara<br />
kepada Tuhan berarti berdoa, maka doa merupakan cirikhas orang<br />
beriman yang percaya kepada Tuhan atau telah dibaptis.Berbicara<br />
kepada sesama manusia berarti bercakap-cakap, lebih-lebih bertukar<br />
pengalaman perihal hidup beriman melalui dialog hidup, dialog<br />
kerja/karya, dialog iman, dst..<br />
• Didalam berdoa kepada Tuhan kiranya kita senantiasa menyeru<br />
memohon-mohon, yaitu “meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus,<br />
yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat<br />
dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar.Dan supaya Ia menjadikan<br />
mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang<br />
terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang<br />
ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus, dan betapa hebat kuasa-Nya<br />
bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya” (Ef 1:17-<br />
19)<br />
• “Dibaptis” berarti juga dipanggil untuk berbakti dan memberi<br />
hormat kepada Tuhan, senantiasa melaksanakan kehendak atau perintah<br />
Tuhan di dalam hidup sehari-hari.</p>
<p>“Ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah<br />
Kuperintahkan kepadamu”</p>
<p>Segala sesuatu yang telah dipertintahkan oleh Yesus kiranya dapat<br />
diringkas atau dipadatkan dalam perintahNya untuk saling mengasihi<br />
dengan segenap hati, jiwa, akal budi dan tenaga/tubuh<br />
serta “Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya<br />
kamu” (Mat 5:44). Sikap terhadap sesama kiranya dapat meneladan atau<br />
menghayati kata Petrus ini: “Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi<br />
apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus,<br />
orang Nazaret itu, berjalanlah!”(Kis 3:6).</p>
<p>Melakukan segala sesuatu yang diperintahkan Tuhan berarti mengasihi<br />
sesama atau memberi kasih kepada sesama, bukan memberi emas atau<br />
perak, harta benda/uang, kedudukan, pangkat atau hormat manusiawi.<br />
Harta benda/uang, kedudukan, pangkat atau hormat manusiawi hanyalah<br />
sarana atau perwujudan kasih, sedangkan yang utama atau pokok adalah<br />
kasih. Maka sekiranya kita memiliki harta benda/uang, kedudukan,<br />
pangkat, jabatan dan hormat manusiawi hendaknya difungsikan atau<br />
dihayati dalam dan oleh kasih. “Kasih itu sabar; kasih itu murah<br />
hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.<br />
Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan<br />
diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang<br />
lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena<br />
kebenaran.Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu,<br />
mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu” (1Kor<br />
13:4-7)<br />
“Allah telah naik dengan diiringi sorak-sorai, ya TUHAN itu, dengan<br />
diiringi bunyi sangkakala. Bermazmurlah bagi Allah, bermazmurlah,<br />
bermazmurlah bagi Raja kita, bermazmurlah! Sebab Allah adalah Raja<br />
seluruh bumi, bermazmurlah dengan nyanyian pengajaran! Allah<br />
memerintah sebagai raja atas bangsa-bangsa, Allah bersemayam di atas<br />
takhta-Nya yang kudus” (Mzm 47:6-9)</p>
<p>Rm. Maryo<br />
dari milis Api Katolik</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fex-steris.com%2F2009%2F05%2Fhari-kenaikan-tuhan-yesus%2F&amp;linkname=Hari%20Kenaikan%20Tuhan%20Yesus"><img src="http://ex-steris.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ex-steris.com/2009/05/hari-kenaikan-tuhan-yesus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kepiting</title>
		<link>http://ex-steris.com/2009/03/kepiting/</link>
		<comments>http://ex-steris.com/2009/03/kepiting/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Mar 2009 14:11:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andrie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ex-steris.com/?p=373</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin banyak yang tahu wujud kepiting, tapi tidak banyak yang tahu sifat kepiting. Semoga Anda tidak memiliki sifat kepiting yang dengki. Di Filipina, masyarakat pedesaan gemar sekali menangkap dan memakan kepiting sawah. Kepiting itu ukurannya kecil namun rasanya cukup lezat. Kepiting-kepiting itu dengan mudah ditangkap di malam hari, lalu dimasukkan ke dalam baskom/wadah, tanpa diikat.
Keesokkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin banyak yang tahu wujud kepiting, tapi tidak banyak yang tahu sifat kepiting. Semoga Anda tidak memiliki sifat kepiting yang dengki. Di Filipina, masyarakat pedesaan gemar sekali menangkap dan memakan kepiting sawah. Kepiting itu ukurannya kecil namun rasanya cukup lezat. Kepiting-kepiting itu dengan mudah ditangkap di malam hari, lalu dimasukkan ke dalam baskom/wadah, tanpa diikat.</p>
<p>Keesokkan harinya, kepiting-kepiting ini akan direbus dan lalu disantap untuk lauk selama beberapa hari. Yang paling menarik dari kebiasaan ini, kepiting-kepiting itu akan selalu berusaha untuk keluar dari baskom, sekuat tenaga mereka, dengan menggunakan capit-capitnya yang kuat. Namun seorang penangkap kepiting yang handal selalu tenang meskipun hasil buruannya selalu berusaha<br />
meloloskan diri. Resepnya hanya satu, yaitu si pemburu tahu betul sifat si kepiting. Bila ada seekor kepiting yang hampir meloloskan diri keluar dari baskom, teman-temannya pasti akan menariknya lagi kembali ke dasar. Jika ada lagi yang naik dengan cepat ke mulut baskom,<br />
lagi-lagi temannya akan menariknya turun&#8230; dan begitu seterusnya sampai akhirnya tidak ada yang berhasil keluar.<br />
Keesokan harinya sang pemburu tinggal merebus mereka semua dan matilah sekawanan kepiting yang dengki itu.<br />
Begitu pula dalam kehidupan ini&#8230;</p>
<p>Tanpa sadar kita juga terkadang menjadi seperti kepiting-kepiting itu. Yang seharusnya bergembira jika teman atau saudara kita mengalami kesuksesan kita malahan mencurigai, jangan-jangan kesuksesan itu diraih dengan jalan yang nggak bener. Apalagi di dalam bisnis atau hal lain yang mengandung unsur kompetisi, sifat iri, dengki, atau munafik akan semakin nyata dan kalau tidak segera kita sadari tanpa sadar kita sudah membunuh diri kita sendiri. Kesuksesan akan datang kalau kita bisa menyadari bahwa di dalam bisnis atau persaingan yang penting bukan siapa yang menang, namun terlebih penting dari itu seberapa jauh kita bisa mengembangkan diri<br />
kita seutuhnya.</p>
<p>Jika Kita berkembang, kita mungkin bisa menang atau bisa juga kalah dalam suatu persaingan, namun yang pasti Kita menang dalam kehidupan ini.</p>
<p>Pertanda seseorang adalah &#8216;kepiting&#8217;:<br />
1. Selalu mengingat kesalahan pihak luar (bisa orang lain atau situasi) yang sudah lampau Dan menjadikannya suatu prinsip/pedoman dalam bertindak</p>
<p>2. Banyak mengkritik tapi tidak ada perubahan</p>
<p>3. Hobi membicarakan kelemahan orang lain tapi tidak mengetahui kelemahan dirinya sendiri sehingga ia hanya Sibuk menarik kepiting-kepiting yang akan keluar dari baskom dan melupakan usaha pelolosan dirinya sendiri.</p>
<p>4.BANTULAH KEMAJUAN TEMEN ANDA,ATASAN ANDA,APALAGI BAWAHAN ANDA,  ANDA AKAN LEBIH MULIA DARIPADA TEMEN/ATASAN/BAWAHAN YANG MAJU&#8230;&#8230;.. KARENA USAHA ANDA</p>
<p>Seharusnya kepiting-kepiting itu tolong-menolong keluar dari baskom, namun yah&#8230; dibutuhkan jiwa yang besar untuk melakukannya. Coba renungkan berapa waktu yang Anda pakai untuk memikirkan cara-cara menjadi pemenang. Dalam kehidupan sosial, bisnis, sekolah, atau agama. Dan gantilah waktu itu untuk memikirkan cara-cara pengembangan diri Anda menjadi pribadi yang sehat dan sukses.</p>
<p>Betapa pun banyaknya kucing berkelahi, selalu saja banyak anak kucing lahir. (Abraham Lincoln)</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fex-steris.com%2F2009%2F03%2Fkepiting%2F&amp;linkname=Kepiting"><img src="http://ex-steris.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ex-steris.com/2009/03/kepiting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>T U H A N      T A H U</title>
		<link>http://ex-steris.com/2009/02/t-u-h-a-n-t-a-h-u/</link>
		<comments>http://ex-steris.com/2009/02/t-u-h-a-n-t-a-h-u/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Feb 2009 14:14:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andrie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ex-steris.com/?p=184</guid>
		<description><![CDATA[Semua ada waktunya&#8230;. . ;  Semua indah pada waktunya&#8230;. 
TUHAN tak akan terlambat&#8230; .. ; Juga tak akan lebih cepat&#8230;..

TUHAN TAHU
Beberapa Hal Yang Dapat Mendorongmu Untuk Tetap Bertahan !
Jika kau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya sia-sia&#8230;
Tuhan tahu betapa keras engkau sudah berusaha.
Ketika kau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family: Comic Sans MS; font-size: small;">Semua ada waktunya&#8230;. . ;  Semua indah pada waktunya&#8230;.</span><span style="font-size: small;"> </span></p>
<p><span style="font-family: Comic Sans MS; font-size: small;">TUHAN tak akan terlambat&#8230; .. ; Juga tak akan lebih cepat&#8230;..</p>
<p></span><span style="font-family: Comic Sans MS; font-size: medium;"><br />
TUHAN TAHU</span><span style="font-family: Comic Sans MS; font-size: small;"></p>
<p>Beberapa Hal Yang Dapat Mendorongmu Untuk Tetap Bertahan !</p>
<p>Jika kau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya sia-sia&#8230;<br />
Tuhan tahu betapa keras engkau sudah berusaha.</p>
<p>Ketika kau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih&#8230;<br />
Tuhan sudah menghitung airmatamu.</p>
<p>Jika kau pikir bahwa hidupmu sedang menunggu sesuatu dan waktu serasa<br />
berlalu begitu saja&#8230;<br />
Tuhan sedang menunggu bersama denganmu.</p>
<p>Ketika kau merasa sendirian dan teman-temanmu terlalu sibuk untuk menelepon.<br />
Tuhan selalu berada disampingmu.</p>
<p>Ketika kau pikir bahwa kau sudah mencoba segalanya dan tidak tahu hendak berbuat apa lagi&#8230;<br />
Tuhan punya jawabannya.</p>
<p>Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal dan kau merasa tertekan&#8230;<br />
Tuhan dapat menenangkanmu.</p>
<p>Jika tiba-tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapan&#8230;<br />
Tuhan sedang berbisik kepadamu.</p>
<p>Ketika segala sesuatu berjalan lancar dan kau merasa ingin mengucap syukur..<br />
Tuhan telah memberkatimu.</p>
<p>Ketika sesuatu yang indah terjadi dan kau dipenuhi ketakjuban.. .<br />
Tuhan telah tersenyum padamu.</p>
<p>Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk digenapi&#8230;<br />
Tuhan sudah membuka matamu dan memanggilmu dengan namamu.<br />
Ingat b ahwa dimanapun kau atau kemanapun kau menghadap&#8230; TUHAN TAHU</p>
<p>*** </span></p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fex-steris.com%2F2009%2F02%2Ft-u-h-a-n-t-a-h-u%2F&amp;linkname=T%20U%20H%20A%20N%20%20%20%20%20%20T%20A%20H%20U"><img src="http://ex-steris.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ex-steris.com/2009/02/t-u-h-a-n-t-a-h-u/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jarak dan Hati</title>
		<link>http://ex-steris.com/2009/01/jarak-dan-hati/</link>
		<comments>http://ex-steris.com/2009/01/jarak-dan-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Jan 2009 01:00:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://localhost/ex-steris/?p=90</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari sang guru bertanya kepada murid – muridnya, “Mengapa ketika seseorang sedang dalam keadaan marah, ia akan berbicara dengan suara kuat atau berteriak?”
            Seorang murid setelah berpikir cukup lama mengangkat tangan dan menjawab, “Karena saat itu ia telah kehilangan kesabaran, karena itu ia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu hari sang guru bertanya kepada murid – muridnya, “Mengapa ketika seseorang sedang dalam keadaan marah, ia akan berbicara dengan suara kuat atau berteriak?”</p>
<p style="text-align: justify" class="MsoNormal"><span>            </span>Seorang murid setelah berpikir cukup lama mengangkat tangan dan menjawab, “Karena saat itu ia telah kehilangan kesabaran, karena itu ia lalu berteriak.”</p>
<p style="text-align: justify" class="MsoNormal"><span>            </span>“Tapi&#8230;” sang guru balik bertanya, “lawan bicaranya justru berada di sampingnya. Mengapa harus berteriak? Apakah ia tidak dapat berbicara secara halus?”</p>
<p style="text-align: justify" class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify" class="MsoNormal"><span>  </span>Hampir semua murid memberikan sejumlah alasan yang dikira benar menurut pertimbangan mereka. Namun tak satupun jawaban yang memuaskan. Sang guru lalu berkata, “Ketika dua orang sedang berada dalam situasi kemarahan, jarak antara ke dua hati mereka menjadi amat jauh walau secara fisik mereka begitu dekat. Karena itu, untuk mencapai jarak demikian, mereka harus berteriak. Namun anehnya, semakin keras mereka berteriak, semakin pula mereka menjadi marah dan dengan sendirinya jarak hati yang ada di antara keduanya pun menjadi lebih jauh lagi. Karena itu mereka terpaksa berteriak lebih keras lagi.”</p>
<p style="text-align: justify" class="MsoNormal"><span>            </span>Sang guru masih melanjutkan, “Sebaliknya, apa yang terjadi ketika dua orang saling jatuh cinta? Mereka tak hanya tidak berteriak, namun ketika mereka berbicara suara yang keluar dari mulut mereka begitu halus dan kecil. Sehalus apapun, keduanya bisa mendengarkannya dengan begitu jelas. Mengapa demikian?” Sang guru bertanya sambil memperhatikan para muridnya. Mereka nampak berpikir amat dalam namun tak satupun berani memberikan jawaban.</p>
<p style="text-align: justify" class="MsoNormal"><span>            </span>“Karena hati mereka begitu dekat, hati mereka tak berjarak. Pada akhirnya sepatah katapun tak perlu diucapkan. Sebuah pandangan mata saja amatlah cukup membuat mereka memahami apa yang ingin mereka sampaikan.”</p>
<p style="text-align: justify" class="MsoNormal"><span>            </span>Sang guru masih melanjutkan, “Ketika Anda sedang dilanda kemarahan, janganlah hatimu menciptakan jarak. Lebih lagi hendaknya kamu tidak mengucapkan kata yang mendatangkan jarak di antara kamu. Mungkin di saat seperti itu, tak mengucapkan kata – kata mungkin merupakan cara yang bijaksana. Karena waktu akan membantu Anda.” (Wapita, Minggu 16 November 2008, halaman 5)</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fex-steris.com%2F2009%2F01%2Fjarak-dan-hati%2F&amp;linkname=Jarak%20dan%20Hati"><img src="http://ex-steris.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ex-steris.com/2009/01/jarak-dan-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Beranikanlah Untuk Memperbarui Diri</title>
		<link>http://ex-steris.com/2009/01/beranikanlah-untuk-memperbarui-diri/</link>
		<comments>http://ex-steris.com/2009/01/beranikanlah-untuk-memperbarui-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Jan 2009 00:22:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://localhost/ex-steris/?p=73</guid>
		<description><![CDATA[Beranikanlah untuk memperbarui diri,karena tidak mungkin sebuah pribadi yang lamaberhak bagi sesuatu yang baru.
Mulai hari ini, marilah kita bersungguh-sungguh untuk mengganti setiap dan semua cara kita yang tidak sesuai lagi bagi kebesaran yang kita inginkan bagi diri kita sendiri.
Bila banyak dari yang Anda inginkan belum mengambil bentuk nyatanya yang menjadikan kehidupan Anda lebih utuh, dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Beranikanlah untuk memperbarui diri,<br />karena tidak mungkin sebuah pribadi yang lama<br />berhak bagi sesuatu yang baru.</strong></p>
<p>Mulai hari ini, marilah kita bersungguh-sungguh untuk mengganti setiap dan semua cara kita yang tidak sesuai lagi bagi kebesaran yang kita inginkan bagi diri kita sendiri.</p>
<p>Bila banyak dari yang Anda inginkan belum mengambil bentuk nyatanya yang menjadikan kehidupan Anda lebih utuh, dan bila banyak dari keinginan Anda hanya menjadi penyemangat bagi Anda untuk merajut lebih banyak keinginan baru, maka Anda harus tulus menerima bahwa ada yang harus diperbarui.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sadarilah bahwa,<br />Tidak semua keinginan untuk menjadi,<br />disertai dengan upaya membangun kepantasan untuk menjadi.</p>
<p>Maka pertanyaannya kepada Anda,</p>
<p>Apakah yang sedang Anda kerjakan hari ini adalah upaya bernilai yang akan menjadikan Anda pantas menerima yang Anda minta?</p>
<p>Ataukah Anda sedang bekerja untuk menunggu waktu pulang?</p>
<p>Jangan heran, karena ada di antara kita yang ketidak-sabarannya bukanlah terhadap lambatnya reaksi pasar atau kekurang-sigapan organisasinya, tetapi terutama terhadap lambatnya kedatangan akhir minggu ini.</p>
<p>Sebagian dari kita sedang tidak sabar untuk membangun hasil-hasil super dalam pekerjaan kita, dan sebagian lagi sedang tidak sabar untuk menghidari pekerjaan.</p>
<p>Mereka berbeda, tetapi mereka memiliki kesamaan yang akut; yaitu keduanya menginginkan keberhasilan melalui pekerjaan mereka. Yang satu menginginkan keberhasilan melalui yang dikerjakannya, dan yang satu ini menginginkan keberhasilan dari pekerjaan yang kalau bisa dihindarinya.</p>
<p>Ada beberapa dada yang menjadi sesak karena membaca ini.</p>
<p>Tetapi berbahagialah, karena itu tanda bahwa Anda mengenali keharusan untuk memperbaruhi diri.</p>
<p>Pribadi yang baru berhak bagi yang baru.<br />Segera setelah mengerti,<br />berlakulah seperti yang Anda mengerti.<br />Karena,<br />bila yang Anda lakukan tidak berhubungan dengan pengertian baik,<br />untuk apakah yang Anda lakukan itu?</p>
<p>Saya berharap bahwa sapa sederhana saya ini dapat hadir bersama Anda dalam kesibukan Anda hari ini.</p>
<p>Ingatlah bahwa kesibukan Anda tidak boleh hanya berkenaan dengan pengumpulan uang, tetapi juga termasuk kesibukan untuk menjadikan diri Anda sebagai pencerah bagi kehidupan mereka yang penting dalam kehidupan Anda.</p>
<p>Sudahkah Anda menelepon istri atau suami Anda di tempat kerjanya atau di rumah?</p>
<p>Teleponlah, dan katakan bahwa Anda menelepon hanya untuk mengatakan terima kasih atas kesediaannya untuk menua bersama Anda. Beritahulah dia bahwa Anda menyayanginya. Katakanlah bahwa Anda kangen, dan ingin segera memeluknya. Mintalah maaf bila Anda belum bisa membuatnya merasa sebagai yang paling penting dalam hidup Anda.</p>
<p>Anda dilahirkan dengan hati yang lembut, gunakanlah.</p>
<p>dari http://marioteguh.blogspot.com/2008/11/beranikanlah-untuk-memperbaharui-diri.html</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fex-steris.com%2F2009%2F01%2Fberanikanlah-untuk-memperbarui-diri%2F&amp;linkname=Beranikanlah%20Untuk%20Memperbarui%20Diri"><img src="http://ex-steris.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ex-steris.com/2009/01/beranikanlah-untuk-memperbarui-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Segelas Susu</title>
		<link>http://ex-steris.com/2009/01/segelas-susu/</link>
		<comments>http://ex-steris.com/2009/01/segelas-susu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Jan 2009 00:03:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://localhost/ex-steris/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah pesan dari teman&#8230;.
True Story : Jangan pernah berhenti untuk berbuat baik
Suatu hari, seorang anak lelaki miskin yang hidup dari menjual asongan dari pintu ke pintu, menemukan bahwa dikantongnya hanya tersisa beberapa sen uangnya, dan dia sangat lapar. Anak lelaki tersebut memutuskan untuk meminta makanan dari rumah berikutnya. Akan tetapi anak itu kehilangan keberanian saat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah pesan dari teman&#8230;.</p>
<p>True Story : Jangan pernah berhenti untuk berbuat baik</p>
<p align="justify">Suatu hari, seorang anak lelaki miskin yang hidup dari menjual asongan dari pintu ke pintu, menemukan bahwa dikantongnya hanya tersisa beberapa sen uangnya, dan dia sangat lapar. Anak lelaki tersebut memutuskan untuk meminta makanan dari rumah berikutnya. Akan tetapi anak itu kehilangan keberanian saat seorang wanita muda membuka pintu rumah. Anak itu tidak jadi meminta makanan, ia hanya berani meminta segelas air. Wanita muda tersebut melihat, dan berpikir bahwa anak lelaki tersebut pastilah lapar, oleh karena itu ia membawakan segelas besar susu. Anak lelaki itu meminumnya dengan lambat, dan kemudian bertanya, &#8220;berapa saya harus membayar untuk segelas besar susu ini ?&#8221; Wanita itu menjawab: &#8220;Kamu tidak perlu membayar apapun&#8221;. &#8220;Ibu kami mengajarkan untuk tidak menerima bayaran untuk kebaikan&#8221; kata wanita itu menambahkan. Anak lelaki itu kemudian menghabiskan susunya dan berkata :</p>
<p>&#8220;Dari dalam hatiku aku berterima kasih pada anda.&#8221;</p>
<p align="justify">Sekian belas tahun kemudian, wanita muda tersebut mengalami sakit yang sangat kritis. Para dokter dikota itu sudah tidak sanggup menanganinya. Mereka akhirnya mengirimnya ke kotabesar, dimana terdapat dokter spesialis yang mampu menangani penyakit langka tersebut. Dr. Howard Kelly dipanggil untuk melakukan pemeriksaan. Pada saat ia mendengar nama kota asal si wanita tersebut, terbersit seberkas pancaran aneh pada mata dokter Kelly. Segera ia bangkit dan bergegas turun melalui hall rumah sakit, menuju kamar si wanita tersebut.</p>
<p align="justify">Dengan berpakaian jubah kedokteran ia menemui si wanita itu. Ia langsung mengenali wanita itu pada sekali pandang. Ia kemudian kembali ke ruang konsultasi dan memutuskan untuk melakukan upaya terbaik untuk menyelamatkan nyawa wanita itu. Mulai hari itu, Ia selalu memberikan perhatian khusus pada kasus wanita itu.</p>
<p align="justify">Setelah melalui perjuangan yang panjang, akhirnya diperoleh kemenangan.. . Wanita itu sembuh !!. Dr. Kelly meminta bagian keuangan rumah sakit untuk mengirimkan seluruh tagihan biaya pengobatan kepadanya untuk persetujuan.<br />
Dr. Kelly melihatnya, dan menuliskan sesuatu pada pojok atas lembar tagihan, dan kemudian mengirimkannya ke kamar pasien. Wanita itu takut untuk membuka tagihan tersebut, ia sangat yakin bahwa ia tak akan mampu membayar tagihan tersebut walaupun harus dicicil seumur hidupnya.</p>
<p align="justify">Akhirnya Ia memberanikan diri untuk membaca tagihan tersebut, dan ada sesuatu yang menarik perhatuannya pada pojok atas lembar tagihan tersebut. Ia membaca tulisan yang berbunyi.. &#8220;Telah dibayar lunas dengan segelas besar susu..&#8221; tertanda, DR Howard Kelly. Air mata kebahagiaan membanjiri matanya. Ia berdoa: &#8220;Tuhan, terima kasih, bahwa cintamu telah memenuhi seluruh bumi melalui hati dan tangan manusia.</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fex-steris.com%2F2009%2F01%2Fsegelas-susu%2F&amp;linkname=Segelas%20Susu"><img src="http://ex-steris.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ex-steris.com/2009/01/segelas-susu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
