<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Crescat et Floreat &#187; Articles</title>
	<atom:link href="http://ex-steris.com/category/articles/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ex-steris.com</link>
	<description>Crescat et Floreat</description>
	<lastBuildDate>Sun, 24 May 2009 05:51:53 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=abc</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Kalau engkau dipuji&#8230;., cepat-cepatlah&#8230;.!</title>
		<link>http://ex-steris.com/2009/05/kalau-engkau-dipuji-cepat-cepatlah/</link>
		<comments>http://ex-steris.com/2009/05/kalau-engkau-dipuji-cepat-cepatlah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 May 2009 05:51:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andrie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rm. Blasius Slamet Lasmunadi Pr]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ex-steris.com/?p=428</guid>
		<description><![CDATA[Kalau engkau dipuji karena gantheng, cakep, ramah, cepat cepatlah untuk tidak merasa sudah sempurna, karena ketampanan dan keramahtamahan lahiriah tidaklah menjamin engkau dapat fasilitas hidup semudah yang engkau bayangkan!
Kalau engkau dipuji karena kecantikanmu, cepat cepatlah untuk tidak GEER karena kecantikanmu tidak abadi dan tidak menjadi jaminan untuk kebahagiaanmu..!
Kalau engkau dipuji karena engkau sangat familiar, cepat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau engkau dipuji karena gantheng, cakep, ramah, cepat cepatlah untuk tidak merasa sudah sempurna, karena ketampanan dan keramahtamahan lahiriah tidaklah menjamin engkau dapat fasilitas hidup semudah yang engkau bayangkan!</p>
<p>Kalau engkau dipuji karena kecantikanmu, cepat cepatlah untuk tidak GEER karena kecantikanmu tidak abadi dan tidak menjadi jaminan untuk kebahagiaanmu..!</p>
<p>Kalau engkau dipuji karena engkau sangat familiar, cepat cepatlah untuk melihat bahwa teryata engkau familiar tidak kepada setiap orang, karena engkau masih belum bisa familiar kepada musuhmu dan sainganmu!</p>
<p>Kalau engkau dipuji karena engkau kelihatan saleh dan religius, cepat cepatlah untuk melihat diri, bahwa banyak hidup beriman kita ini tinggal di bibir saja, dan tidak berbuahkan kasih dalam hidup bersama!</p>
<p>Kalau engkau dipuji karena engkau kelihatan menguasai materi yang disajikan kepada para peserta pelatihan, cepat cepatlah diketahui, bahwa masih banyak hal yang tidak sanggup kita mengerti dengan baik! Materi itu hanyalah sebagian kecil dari kekayaan pengetahuan di dunia ini!</p>
<p>Kalau engkau dipuji karena murah hati kepada orang yang miskin, cepat cepatlah engkau melihat dirimu sebagai pribadi yang belum sungguh sungguh sadar dan bebas berbagi kehidupan namun sering masih terpaksa untuk bermurah hati!</p>
<p>Kalau engkau dipuji karena engkau suka mendengarkan orang lain, cepat cepatlah engkau mengakui berapa banyak orang yang engkau dengarkan, mungkin orang yang sama minatnya, kepentingan, visinya denganmu!</p>
<p>Kalau engkau dipuji karena dapat bersahabat dengan banyak orang, cepatlah untuk mengakui ada banyak orang yang menjadi sahabatmu karena mereka menguntungkan dan memberikan banyak fasilitas hidup untukmu.</p>
<p>Kalau engkau dipuji, apakah engkau cepat-cepat melihat dirimu sendiri sebagai orang yang masih belum sempurna?</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fex-steris.com%2F2009%2F05%2Fkalau-engkau-dipuji-cepat-cepatlah%2F&amp;linkname=Kalau%20engkau%20dipuji%26%238230%3B.%2C%20cepat-cepatlah%26%238230%3B.%21"><img src="http://ex-steris.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ex-steris.com/2009/05/kalau-engkau-dipuji-cepat-cepatlah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saat engkau sering mencela aku&#8230;</title>
		<link>http://ex-steris.com/2009/05/saat-engkau-sering-mencela-aku/</link>
		<comments>http://ex-steris.com/2009/05/saat-engkau-sering-mencela-aku/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 May 2009 05:30:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andrie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rm. Blasius Slamet Lasmunadi Pr]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ex-steris.com/?p=426</guid>
		<description><![CDATA[Saat engkau sering mencela aku, aku tertantang untuk melihat diriku harus selalu memperbaiki diriku
Saat engkau sering mengritik pekerjaanku, aku tersinggung, namun aku ditantang untuk bekerja makin sempurna!
Saat engkau mencela masakanku yang terlalu asin menurut lidahmu, aku rasanya memang merasa sia sia, namun aku tertantang untuk belajar masak bukan menurut lidahku, melainkan menurut selera lidahmu!
Saat engkau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat engkau sering mencela aku, aku tertantang untuk melihat diriku harus selalu memperbaiki diriku</p>
<p>Saat engkau sering mengritik pekerjaanku, aku tersinggung, namun aku ditantang untuk bekerja makin sempurna!</p>
<p>Saat engkau mencela masakanku yang terlalu asin menurut lidahmu, aku rasanya memang merasa sia sia, namun aku tertantang untuk belajar masak bukan menurut lidahku, melainkan menurut selera lidahmu!</p>
<p>Saat engkau mencela suaraku yang parau dan &#8220;false&#8221; waktu menyanyikan lagu, aku merasa minder, namun aku kautantang untuk terus berlatih menyanyi!</p>
<p>Saat engkau mencela aku salah memilih jurusan, aku merasa tidak bebas untuk menentukan jalan hidupku, namun aku tertantang untuk menempatkan pilihanku dalam jaringan pilihan orang lain</p>
<p>Saat engkau tidak menyetujui jalan hidupku, aku merasa hidup ini terasa dalam penjara, namun aku tertantang untuk membebaskan diri, karena masa depanku tidak segalanya ditentukan orang lain, melainkan ditentukan keputusan hidupku sekarang ini!</p>
<p>Saat engkau mengatakan aku sombong, aku ingin marah, namun aku tertantang untuk belajar makin rendah hati.</p>
<p>Saat engkau mengatakan aku bodoh, aku tersinggung, namun aku kautantang untuk belajar lebih banyak lagi!</p>
<p>Semoga kita belajar untuk mengubah kelemahan sesamaku menjadi saat saat yang menantang aku untuk makin berubah menjadi lebih baik lagi!</p>
<p>warm regards!</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fex-steris.com%2F2009%2F05%2Fsaat-engkau-sering-mencela-aku%2F&amp;linkname=Saat%20engkau%20sering%20mencela%20aku%26%238230%3B"><img src="http://ex-steris.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ex-steris.com/2009/05/saat-engkau-sering-mencela-aku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hari Kenaikan Tuhan Yesus</title>
		<link>http://ex-steris.com/2009/05/hari-kenaikan-tuhan-yesus/</link>
		<comments>http://ex-steris.com/2009/05/hari-kenaikan-tuhan-yesus/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 May 2009 01:57:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andrie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ex-steris.com/?p=410</guid>
		<description><![CDATA[Kis 3:1-11; Ef 1:17-23; Mat 28:16-20
“Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”
“Uang simpanan saya di Bank silahkan dibagi 80% untuk keluarga: adik-
adik dan keponakan saya dan 20% diserahkan kepada Keuskupan”,
demikian salah satu isi surat wasiat terakhir dari Bapak Kardinal
Justinus Darmojuwono Pr, yang beliau katakan secara lisan dan
ditulis oleh keponakannya dan disaksikan oleh saudara-saudarinya
maupun pejabat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><u>Kis 3:1-11; Ef 1:17-23; Mat 28:16-20</u></p>
<p>“Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”</p>
<p>“Uang simpanan saya di Bank silahkan dibagi 80% untuk keluarga: adik-<br />
adik dan keponakan saya dan 20% diserahkan kepada Keuskupan”,<br />
demikian salah satu isi surat wasiat terakhir dari Bapak Kardinal<br />
Justinus Darmojuwono Pr, yang beliau katakan secara lisan dan<br />
ditulis oleh keponakannya dan disaksikan oleh saudara-saudarinya<br />
maupun pejabat Keuskupan sementara beliau berbaring di rumah sakit,<br />
satu hari sebelum dipanggil Tuhan. Beliau sendiri telah<br />
menyerahkan `surat wasiat resmi’ yang dibuat dengan tanda tangan di<br />
atas meterai, yang isinya sangat berbeda dengan yang beliau<br />
katakan sehari sebelum dipanggil Tuhan, meninggalkan kita semua<br />
untuk menghadap Bapa di sorga. Apa yang beliau katakan pada hari/jam-<br />
jam terakhir menjelang dipanggil Tuhan atau menghadap Bapa di sorga<br />
lebih kuat dan kuasa daripada apa yang ditulis secara resmi/formal,<br />
itulah yang akhirnya kita laksanakan. Memang pada umum kata-kata<br />
terakhir dari orangtua, saudara-saudari kita menjelang dipanggil<br />
Tuhan, menghadap Bapa di sorga sungguh bermakna dan menjiwai yang<br />
ditinggalkan. Pada hari Raya Kenaikan Tuhan hari ini, sebelum naik<br />
ke sorga, Ia berpesan kepada para murid: “Kepada-Ku telah diberikan<br />
segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah<br />
semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak<br />
dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang<br />
telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu<br />
senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (Mat 28:18-20). Semoga pesan<br />
ini menjiwai kita semua dan hidup dan bekerja, maka marilah kita<br />
renungkan dan hayati pesan tersebut. Ada 3(tiga) pesan: (1)<br />
jadikanlah semua bangsa muridKu, (2) baptislah mereka dalam nama<br />
Bapa dan Anak dan Roh Kudus dan (3) ajarlah mereka melakukan segala<br />
sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu, dan selama kita<br />
melaksanakan pesan tersebut “Aku menyertai kamu senantiasa sampai<br />
akhir zaman”.</p>
<p>“Jadikanlah semua bangsa muridKu”</p>
<p>Yesus adalah Penyelamat Dunia, Ia datang ke dunia untuk<br />
menyelamatkan seluruh bangsa di dunia serta seluruh isi dunia. Kita<br />
semua yang menjadi murid atau pengikutNya atau percaya kepadaNya<br />
dipanggil untuk meneruskan tugas perutusanNya: menyelamatkan seluruh<br />
bangsa dan dunia, “Jadikanlah semua bangsa muridKu”, demikian<br />
pesanNya kepada kita semua.</p>
<p>Seseorang disebut `murid baik’ pada umumnya memiliki ciri-ciri<br />
sebagai berikut: gembira, bergairah, siap sedia menerima segala<br />
sesuatu yang baru, terbuka, penuh harapan masa depan, mudah dibina<br />
dan dibentuk menuju ke pribadi yang cerdas beriman , terbuka pada<br />
Penyelenggaraan Ilahi, dst.. Kita dipanggil untuk mendampingi atau<br />
menemani sesama kita memiliki sikap-sikap macam itu, tentu saja diri<br />
kita sendiri memiliki ciri-ciri atau sikap-sikap tersebut di atas,<br />
sehingga kita layak dan mampu mendampingi dan menemani saudara-<br />
saudari kita. Menjadi murid Yesus berarti menjadi “Umat Allah yang<br />
baru, suatu umat manusia berasal dari Yesus. Kepada `Umat Baru’ ini<br />
seluruh umat manusia dipanggil. Ras, bangsa, dan keturunan tidak<br />
memainkan peranan. Yang penting ialah keinsafan akan ketidakmampuan<br />
sendiri, serta kesediaan menerima Kerajaan Allah” (KWI: Iman<br />
Katolik, buku Informasi dan Referensi, Jakarta 1996, hal 271)</p>
<p>“Keinsafan akan ketidakmampuan sendiri, serta kesediaan menerima<br />
Kerajaan Allah”, inilah yang harus menjadi milik kita, kita hayati<br />
serta sebarluaskan kepada sesama dan saudara-saudari kita, tanpa<br />
pandang suku, ras, agama, bangsa dan keturunan. Hidup serta segala<br />
sesuatu yang menyertai hidup kita adalah anugerah Allah, berasal<br />
dari Allah dan kita terima melalui sesama dan saudara-saudari kita<br />
yang baik dan murah hati, orang-orang yang `dirajai/dikuasai oleh<br />
Allah’. Maka sikap hidup yang baik adalah senantiasa bersyukur dan<br />
berterima kasih sebagai bentuk aktif dari `keinsafan akan<br />
ketidakmampuan sendiri, serta kesediaan menerima Kerajaan Allah’.<br />
Syukur dan terima kasih menjadi cirikhas hidup seorang `murid yang<br />
baik, sejati’.</p>
<p>“Baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus”</p>
<p>“Melalui pembaptisan orang dimasukkan ke dalam misteri Kristus.<br />
Mereka mati, dikuburkan dan dibangkitkan bersama Dia; mereka<br />
menerima Roh pengangkatan menjadi anak, dan dalam Roh itu berseru:<br />
Abba, Bapa; demikianlah mereka menjadi penyembah sejati, yang dicari<br />
oleh Bapa” (Vatikan II: SC no 6). Menjadi `penyembah sejati’ serta<br />
membantu sesama menjadi `penyembah sejati’ itulah panggilan kita<br />
semua</p>
<p>“Menyembah” yang dalam atau berasal dari bahasa<br />
Latin `adoro/adorare’ , yang memiliki berbagai arti antara lain:<br />
berbicara kepada, menyeru memohon-mohon, berbakti dan memberi<br />
hormat. Maka menjadi `penyembah sejati’ berarti memiliki ciri-ciri<br />
tersebut.:<br />
• Berbicara kepada Tuhan maupun sesama manusia. Berbicara<br />
kepada Tuhan berarti berdoa, maka doa merupakan cirikhas orang<br />
beriman yang percaya kepada Tuhan atau telah dibaptis.Berbicara<br />
kepada sesama manusia berarti bercakap-cakap, lebih-lebih bertukar<br />
pengalaman perihal hidup beriman melalui dialog hidup, dialog<br />
kerja/karya, dialog iman, dst..<br />
• Didalam berdoa kepada Tuhan kiranya kita senantiasa menyeru<br />
memohon-mohon, yaitu “meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus,<br />
yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat<br />
dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar.Dan supaya Ia menjadikan<br />
mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang<br />
terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang<br />
ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus, dan betapa hebat kuasa-Nya<br />
bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya” (Ef 1:17-<br />
19)<br />
• “Dibaptis” berarti juga dipanggil untuk berbakti dan memberi<br />
hormat kepada Tuhan, senantiasa melaksanakan kehendak atau perintah<br />
Tuhan di dalam hidup sehari-hari.</p>
<p>“Ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah<br />
Kuperintahkan kepadamu”</p>
<p>Segala sesuatu yang telah dipertintahkan oleh Yesus kiranya dapat<br />
diringkas atau dipadatkan dalam perintahNya untuk saling mengasihi<br />
dengan segenap hati, jiwa, akal budi dan tenaga/tubuh<br />
serta “Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya<br />
kamu” (Mat 5:44). Sikap terhadap sesama kiranya dapat meneladan atau<br />
menghayati kata Petrus ini: “Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi<br />
apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus,<br />
orang Nazaret itu, berjalanlah!”(Kis 3:6).</p>
<p>Melakukan segala sesuatu yang diperintahkan Tuhan berarti mengasihi<br />
sesama atau memberi kasih kepada sesama, bukan memberi emas atau<br />
perak, harta benda/uang, kedudukan, pangkat atau hormat manusiawi.<br />
Harta benda/uang, kedudukan, pangkat atau hormat manusiawi hanyalah<br />
sarana atau perwujudan kasih, sedangkan yang utama atau pokok adalah<br />
kasih. Maka sekiranya kita memiliki harta benda/uang, kedudukan,<br />
pangkat, jabatan dan hormat manusiawi hendaknya difungsikan atau<br />
dihayati dalam dan oleh kasih. “Kasih itu sabar; kasih itu murah<br />
hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.<br />
Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan<br />
diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang<br />
lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena<br />
kebenaran.Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu,<br />
mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu” (1Kor<br />
13:4-7)<br />
“Allah telah naik dengan diiringi sorak-sorai, ya TUHAN itu, dengan<br />
diiringi bunyi sangkakala. Bermazmurlah bagi Allah, bermazmurlah,<br />
bermazmurlah bagi Raja kita, bermazmurlah! Sebab Allah adalah Raja<br />
seluruh bumi, bermazmurlah dengan nyanyian pengajaran! Allah<br />
memerintah sebagai raja atas bangsa-bangsa, Allah bersemayam di atas<br />
takhta-Nya yang kudus” (Mzm 47:6-9)</p>
<p>Rm. Maryo<br />
dari milis Api Katolik</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fex-steris.com%2F2009%2F05%2Fhari-kenaikan-tuhan-yesus%2F&amp;linkname=Hari%20Kenaikan%20Tuhan%20Yesus"><img src="http://ex-steris.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ex-steris.com/2009/05/hari-kenaikan-tuhan-yesus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Siapakah &#8220;saudaraku&#8221; yang dapat jadi sahabatmu?</title>
		<link>http://ex-steris.com/2009/05/siapakah-saudaraku-yang-dapat-jadi-sahabatmu/</link>
		<comments>http://ex-steris.com/2009/05/siapakah-saudaraku-yang-dapat-jadi-sahabatmu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 May 2009 01:33:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andrie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rm. Blasius Slamet Lasmunadi Pr]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ex-steris.com/?p=408</guid>
		<description><![CDATA[Saudaraku, mungkinkah aku menjadi sahabatmu, apabila aku masih mudah marah bila dikritik dan ditunjukkan kesalahanku?
Saudaraku, kalau engkau masih mudah marah bila dikritik dan ditunjukkan kesalahanmu, itu berarti masih ada luka di hatimu yang masih belum sembuh, bagaikan luka di kaki yang akan terasa begitu sakit karena tersentuh benda yang lembut sekalipun!
Saudaraku, bagaimanakah aku mampu menyembuhkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saudaraku, mungkinkah aku menjadi sahabatmu, apabila aku masih mudah marah bila dikritik dan ditunjukkan kesalahanku?</p>
<p>Saudaraku, kalau engkau masih mudah marah bila dikritik dan ditunjukkan kesalahanmu, itu berarti masih ada luka di hatimu yang masih belum sembuh, bagaikan luka di kaki yang akan terasa begitu sakit karena tersentuh benda yang lembut sekalipun!</p>
<p>Saudaraku, bagaimanakah aku mampu menyembuhkan luka hatiku? Adakah obat mujarab yang bisa cepat menyembuhkan luka luka di hatiku?</p>
<p>Saudaraku, luka itu akan sembuh kalau engkau berani membuka luka hatimu, bagaikan engkau membuka &#8220;penutup&#8221; luka di kakimu, agar dapat diobati.</p>
<p>Iya saudaraku, benar juga&#8230;tapi sakitnya bukan main! Mungkinkah ada cara yang lebih nyaman daripada diobati tapi harus merasakan sakit dan perihnya luka itu, meski nanti setelah diobati, juga sembuh?</p>
<p>Saudaraku, tidak ada jalan lain untuk disembuhkan, kecuali melewati saat-saat yang menyakitkan itu..saat harus menanggung kegelisahan, ketegangan, bahkan perasaan yang muak dan mual sekalipun&#8230;!</p>
<p>Saudaraku&#8230;bagaimanakah aku mampu melewati &#8220;saat-saat yang menyakitkan&#8221; itu?</p>
<p>Saudaraku, kita semua tidak akan mampu untuk menyingkapkan luka luka batin yang memalukan dan menyakitkan itu, kalau kita tidak memohon Roh Kudus untuk memberi kekuatan kepada kita.</p>
<p>Saudaraku,&#8230;kalau begitu&#8230;marilah kita berdoa bersama..agar aku memiliki kekuatan Roh itu..</p>
<p>Jadi, siapakah &#8220;saudaraku&#8221; yang dapat jadi sahabatmu?</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fex-steris.com%2F2009%2F05%2Fsiapakah-saudaraku-yang-dapat-jadi-sahabatmu%2F&amp;linkname=Siapakah%20%26%238220%3Bsaudaraku%26%238221%3B%20yang%20dapat%20jadi%20sahabatmu%3F"><img src="http://ex-steris.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ex-steris.com/2009/05/siapakah-saudaraku-yang-dapat-jadi-sahabatmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Foto Jenazah Para Kudus</title>
		<link>http://ex-steris.com/2009/05/foto-jenazah-para-kudus/</link>
		<comments>http://ex-steris.com/2009/05/foto-jenazah-para-kudus/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 May 2009 04:34:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andrie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ex-steris.com/?p=398</guid>
		<description><![CDATA[ 
St. Bernadette Soubirous (1844-1879)
 
St. Katarina Laboure (1806-1876)
 
St. Vincentius de Paulo (1580-1660)
 
St. Yohanes Maria Vianney (1786-1859)
 
St. Anna Maria Taigi (1769-1837)
 
B. Stefanus Bellesini (1774-1840)
 
St. Paus Pius X (1835-1914)
 
B. Paus Yohanes XXIII (1958-1963)
 
St. Veronica Guiliani (1660-1727)
 
Venerabilis Maria dari Agreda (1602-1665)
 
St. Padre Pio dari Pietrelcina (1887-1968)
 
B. Margareta [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://img161.imageshack.us/my.php?image=4ab2cc50.jpg" target="_blank"><img src="http://img161.imageshack.us/img161/3066/4ab2cc50.th.jpg" border="0"/></a> <br />
St. Bernadette Soubirous (1844-1879)</p>
<p><a href="http://img161.imageshack.us/my.php?image=4ad2ce10.jpg" target="_blank"><img src="http://img161.imageshack.us/img161/5536/4ad2ce10.th.jpg" border="0"/></a> <br />
St. Katarina Laboure (1806-1876)</p>
<p><a href="http://img161.imageshack.us/my.php?image=4af2ce10.jpg" target="_blank"><img src="http://img161.imageshack.us/img161/7464/4af2ce10.th.jpg" border="0"/></a> <br />
St. Vincentius de Paulo (1580-1660)</p>
<p><a href="http://img142.imageshack.us/my.php?image=4b12ce10.jpg" target="_blank"><img src="http://img142.imageshack.us/img142/7346/4b12ce10.th.jpg" border="0"/></a> <br />
St. Yohanes Maria Vianney (1786-1859)</p>
<p><a href="http://img142.imageshack.us/my.php?image=4b32ce10.jpg" target="_blank"><img src="http://img142.imageshack.us/img142/6092/4b32ce10.th.jpg" border="0"/></a> <br />
St. Anna Maria Taigi (1769-1837)</p>
<p><a href="http://img142.imageshack.us/my.php?image=4b52ce10.jpg" target="_blank"><img src="http://img142.imageshack.us/img142/5827/4b52ce10.th.jpg" border="0"/></a> <br />
B. Stefanus Bellesini (1774-1840)</p>
<p><a href="http://img11.imageshack.us/my.php?image=4b72ce10.jpg" target="_blank"><img src="http://img11.imageshack.us/img11/7521/4b72ce10.th.jpg" border="0"/></a> <br />
St. Paus Pius X (1835-1914)</p>
<p><a href="http://img503.imageshack.us/my.php?image=4b82cb80.jpg" target="_blank"><img src="http://img503.imageshack.us/img503/9163/4b82cb80.th.jpg" border="0"/></a> <br />
B. Paus Yohanes XXIII (1958-1963)</p>
<p><a href="http://img528.imageshack.us/my.php?image=4ba2c370.jpg" target="_blank"><img src="http://img528.imageshack.us/img528/2976/4ba2c370.th.jpg" border="0"/></a> <br />
St. Veronica Guiliani (1660-1727)</p>
<p><a href="http://img528.imageshack.us/my.php?image=4bc2ce40.jpg" target="_blank"><img src="http://img528.imageshack.us/img528/3895/4bc2ce40.th.jpg" border="0"/></a> <br />
Venerabilis Maria dari Agreda (1602-1665)</p>
<p><a href="http://img517.imageshack.us/my.php?image=5953a790.jpg" target="_blank"><img src="http://img517.imageshack.us/img517/7682/5953a790.th.jpg" border="0"/></a> <br />
St. Padre Pio dari Pietrelcina (1887-1968)</p>
<p><a href="http://img517.imageshack.us/my.php?image=4c236730.jpg" target="_blank"><img src="http://img517.imageshack.us/img517/1803/4c236730.th.jpg" border="0"/></a> <br />
B. Margareta Castello (1287-1320)</p>
<p><a href="http://img517.imageshack.us/my.php?image=4c02c900.jpg" target="_blank"><img src="http://img517.imageshack.us/img517/7469/4c02c900.th.jpg" border="0"/></a> <br />
St. Ignatius Laconi (1701-1781)</p>
<p><a href="http://img517.imageshack.us/my.php?image=4be2cb80.jpg" target="_blank"><img src="http://img517.imageshack.us/img517/3496/4be2cb80.th.jpg" border="0"/></a> <br />
St. Klara Montefalco (1268-1308)</p>
<p><a href="http://img517.imageshack.us/my.php?image=4bdfa840.jpg" target="_blank"><img src="http://img517.imageshack.us/img517/3246/4bdfa840.th.jpg" border="0"/></a> <br />
B. Imelda Lambertini (1321-1333)</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fex-steris.com%2F2009%2F05%2Ffoto-jenazah-para-kudus%2F&amp;linkname=Foto%20Jenazah%20Para%20Kudus"><img src="http://ex-steris.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ex-steris.com/2009/05/foto-jenazah-para-kudus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Curahan hati untuk hari raya Paskah 2009</title>
		<link>http://ex-steris.com/2009/04/curahan-hati-untuk-hari-raya-paskah-2009/</link>
		<comments>http://ex-steris.com/2009/04/curahan-hati-untuk-hari-raya-paskah-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Apr 2009 01:09:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andrie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rm. Blasius Slamet Lasmunadi Pr]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ex-steris.com/?p=391</guid>
		<description><![CDATA[Saudara-saudara terkasih dalam Kristus,
Untuk mengawali curahan hati pada hari Raya Paskah 2009 ini, saya mengutip sebuah kisah yang sangat menarik. Kisah ini berjudul, “Tanda-Tanda Luka”
Beberapa tahun yang lalu di sebuah musim panas di Florida bagian selatan. Seorang anak kecil memutuskan untuk pergi berenang di sebuah danau di belakang rumahnya. Dengan tergesa-gesa dia berlari keluar pintu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saudara-saudara terkasih dalam Kristus,</p>
<p>Untuk mengawali curahan hati pada hari Raya Paskah 2009 ini, saya mengutip sebuah kisah yang sangat menarik. Kisah ini berjudul, “Tanda-Tanda Luka”<br />
Beberapa tahun yang lalu di sebuah musim panas di Florida bagian selatan. Seorang anak kecil memutuskan untuk pergi berenang di sebuah danau di belakang rumahnya. Dengan tergesa-gesa dia berlari keluar pintu belakang sambil melepaskan sepatu, kaus kaki dan kaosnya, terjun ke air yang dingin. Dia berenang dan berenang terus tanpa disadarinya bahwa dia sudah berada di tengah-tengah danau. Bersamaan dengan itu, seekor buaya besar juga sedang berenang ke arah yang sama. Ibunya dari dalam rumah memandang ke arah jendela dan melihat anaknya dan buaya tersebut semakin lama semakin mendekat satu dengan yang lain. Dengan ketakutan yang luar biasa, dia berlari ke dekat pinggir danau tersebut sambil berteriak kepada anaknya dengan sekuat tenaga. Ketika mendengar teriakan ibunya, anaknya sadar dan berbalik berenang ke arah ibunya.<br />
Namun terlambat sudah &#8230;Buaya besar tersebut juga sudah berhasil menjangkau dia. Dari dermaga, ibu itu menggapai lengan anak lakinya bersamaan dengan buaya besar tersebut menyambar paha dari anaknya. Terjadilah tarik-menarik yang sangat mengerikan antara keduanya. Buaya besar tersebut jauh lebih kuat dari ibunya, namun demikian ibunya bertahan mati-matian untuk tidak menyerah dan membiarkan anaknya terlepas. Seorang petani yang kebetulan lewat di sekitar lokasi mendengar teriakan ibu tersebut, bergegas turun dari mobilnya dan menembak buaya besar itu. Secara luar biasa setelah berminggu-minggu di rumah sakit, anak laki-laki tersebut berhasil diselamatkan dan disembuhkan. Pahanya penuh dengan bekas luka dari serangan buaya yang sangat ganas itu dan di bagian lengannya juga terdapat bekas luka cakaran dari kuku-kuku ibunya yang menancap pada daging lengannya sebagai usaha mempertahankan nyawa anaknya yang dikasihinya.<br />
Setelah lewat masa-masa traumanya, seorang wartawan surat kabar yang mewawancarai anak laki-laki tersebut meminta dia untuk menunjukkan bekas luka-luka di pahanya. Anak tersebut kemudian mengangkat celananya,namun dia secara bangga juga berkata kepada si wartawan..&#8221;Lihat bekas luka-luka di tanganku yang diakibatkan oleh peristiwa tersebut. Ini terjadi karena ibu saya tidak pernah menyerah.. dan mau melepaskan aku.&#8221;</p>
<p>Saudara-saudariku terkasih, anak tadi mampu mengubah pengalaman pahitnya, yakni bekas luka-luka dipaha karena digigit buaya menjadi sebuah pengalaman kebanggaan akan cinta ibunya yang luar biasa untuk bertahan mati-matian menyelamatkan anaknya. Kita semua punya luka-luka batin yang begitu banyak dalam sejarah masa lalu. Namun banyak luka yang masih “menganga” di hati kita dan belum sembuh. Salah satu luka itu terjadi karena kita mendua hati. Di satu sisi, kita ini mengakui bahwa Allah Bapa menjadi satu satunya sumber kehidupan dan masa depan kita. Di sisi lain, tidak jarang kita pun meragukan Allah sebagai andalan hidup kita. Sikap yang mendua hati itu terjadi karena kita kurang sungguh sungguh mengasihi Allah dan sesama.<br />
Kasih kepada Allah itu berbeda dengan mengasihi sesama. Kasih kepada Allah itu berarti saya mestinya tidak meragukan kebijaksanaan Allah. Setelah kita memohonkan ujub kita, tidak jarang kita menanti nanti penuh keraguan, “kapan Allah mengabulkan doaku”. Masihkah ada harapan untuk percaya kepada Allah juga kalau doa tidak dikabulkan? Di situlah sebenarnya dalam ketidakpastian, kita ditantang untuk mempercayakan hidup sepenuhnya kepada Allah. Namun apakah yang terjadi, tanpa disadari, kita lebih suka mencobai Allah, yakni memaksakan kehendak diri sendiri agar Allah mau memenuhi permintaanku, kalau bisa secepatnya. Itulah hidup doa yang mendua: di satu pihak kita berdoa kepada Allah, di sisi lain, kita masih mau memusatkan perhatian hanya pada kepentingan diri sendiri.<br />
Sikap mendua kepada Allah itu pulalah yang akhirnya menentukan sikap kita kepada sesama. Betapa sulit kita belajar “membangun relasi persahabatan dengan sesama, bahkan dengan saudara kita serumah”. Membangun relasi sebagai sahabat adalah inti pokok cinta sejati. Kesejatiannya tidak terletak pada perbuatan baik, melainkan pada sikap untuk membangun dialog dan “belajar untuk memberikan kesempatan” agar orang mampu menentukan keputusannya sendiri. “Pak, apa bisa mengantarku ke pasar sebentar?; “Ibu, apakah bisa menemani aku ke rumah saudara di Alam Sutera?; “Dhe, Bapak minta tolong, apa bisa bantu sebentar ngepel kamarmu?” Beberapa tawaran tadi selalu ada “resiko” ditolak. Orang yang berani menawarkan itu siap untuk ditolak. Padahal pasti rasanya tidak menyenangkan kalau tawaran kita itu akhirnya “ditolak”. Itulah cinta yang beresiko, memberi kesempatan orang lain untuk menentukan keputusan sendiri, sekaligus juga berani menjadi orang yang siap “terluka” hatinya karena ditolak.<br />
Bukankah cinta Allah kepada kita semua adalah cinta yang seutuhnya cinta penuh resiko? Cinta yang utuh itu ditampilkan dalam hidup Yesus dari lahir sampai wafat-Nya di kayu salib. Yesus yang tersalib adalah Yesus yang menampilkan Allah yang mau terluka oleh dosa manusia. Manusia, Adam dan Hawa, dan segala keturunannya, telah dianugerahi kehendak bebas untuk menentukan keputusannya sendiri karena Allah percaya dan menaruh harapan bahwa manusia tumbuh dan berkembang menjadi semakin baik. Ternyata kehendak bebas itu disalahgunakan untuk berbuat dosa. Itulah yang membuat hidup manusia menjadi “terluka’ akibat dosanya sendiri. Namun Allah berusaha menyembuhkan luka manusia itu dengan mengutus Putera Tunggal-Nya Yesus Kristus untuk tinggal dan hidup bersama manusia. Akan tetapi Yesus yang sudah berbuat baik, mengajar dengan berwibawa dan berkuasa, dan membuat mukjijat, ternyata juga Yesus harus membiarkan diri-Nya dilukai oleh orang orang Farisi dan orang orang Yahudi, dengan dituduh menghojat Allah, sampai Ia dipermalukan harga dirinya, “sampai ia mengosongkan diri-Nya dan tidak mempertahankan kesetaraan-Nya dengan Allah sebagai milik, melainkan Ia mengambil rupa seorang hamba dan taat sampai mati di salib (bdk. Flp 2:5-11).<br />
Kesediaan Yesus untuk terluka bahkan mengalami mati bersama dengan manusia, itulah sebuah persembahan yang hidup dan kekal kepada Allah. Allah Bapa menerima persembahan Yesus itu dengan membangkitkan-Nya dari antara orang mati. Kebangkitan-Nya membuat kita tergerak untuk tidak takut menjadi “terluka” untuk memanggul salib, agar kita beroleh kehidupan. Memanggul salib itu memang akan membuat “terluka”. Dalam kondisi “terluka’ akhirnya kita sadar akan keterbatasan kita, dan akhirnya,“ Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku (Gal 2:19-20) Itulah pengalaman Paska. Karena itu jangan putus asa bila Anda mengalami luka karena memikul salib, melainkan jadikanlah luka itu sebagai “tanda istimewa”, bahwa kita sungguh mampu memenangkan pertempuran: mengalahkan kejahatan dalam kebaikan. Semoga dengan berani “terluka”, kita akan belajar sungguh sungguh bertanggung jawab atas hidup bersama sehingga banyak orang mengalami kesejahteraan.<br />
Selamat Paska, Kristus telah bangkit!!! Alleluia! Alleluia!! Allelluia!!</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fex-steris.com%2F2009%2F04%2Fcurahan-hati-untuk-hari-raya-paskah-2009%2F&amp;linkname=Curahan%20hati%20untuk%20hari%20raya%20Paskah%202009"><img src="http://ex-steris.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ex-steris.com/2009/04/curahan-hati-untuk-hari-raya-paskah-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kepiting</title>
		<link>http://ex-steris.com/2009/03/kepiting/</link>
		<comments>http://ex-steris.com/2009/03/kepiting/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Mar 2009 14:11:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andrie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ex-steris.com/?p=373</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin banyak yang tahu wujud kepiting, tapi tidak banyak yang tahu sifat kepiting. Semoga Anda tidak memiliki sifat kepiting yang dengki. Di Filipina, masyarakat pedesaan gemar sekali menangkap dan memakan kepiting sawah. Kepiting itu ukurannya kecil namun rasanya cukup lezat. Kepiting-kepiting itu dengan mudah ditangkap di malam hari, lalu dimasukkan ke dalam baskom/wadah, tanpa diikat.
Keesokkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin banyak yang tahu wujud kepiting, tapi tidak banyak yang tahu sifat kepiting. Semoga Anda tidak memiliki sifat kepiting yang dengki. Di Filipina, masyarakat pedesaan gemar sekali menangkap dan memakan kepiting sawah. Kepiting itu ukurannya kecil namun rasanya cukup lezat. Kepiting-kepiting itu dengan mudah ditangkap di malam hari, lalu dimasukkan ke dalam baskom/wadah, tanpa diikat.</p>
<p>Keesokkan harinya, kepiting-kepiting ini akan direbus dan lalu disantap untuk lauk selama beberapa hari. Yang paling menarik dari kebiasaan ini, kepiting-kepiting itu akan selalu berusaha untuk keluar dari baskom, sekuat tenaga mereka, dengan menggunakan capit-capitnya yang kuat. Namun seorang penangkap kepiting yang handal selalu tenang meskipun hasil buruannya selalu berusaha<br />
meloloskan diri. Resepnya hanya satu, yaitu si pemburu tahu betul sifat si kepiting. Bila ada seekor kepiting yang hampir meloloskan diri keluar dari baskom, teman-temannya pasti akan menariknya lagi kembali ke dasar. Jika ada lagi yang naik dengan cepat ke mulut baskom,<br />
lagi-lagi temannya akan menariknya turun&#8230; dan begitu seterusnya sampai akhirnya tidak ada yang berhasil keluar.<br />
Keesokan harinya sang pemburu tinggal merebus mereka semua dan matilah sekawanan kepiting yang dengki itu.<br />
Begitu pula dalam kehidupan ini&#8230;</p>
<p>Tanpa sadar kita juga terkadang menjadi seperti kepiting-kepiting itu. Yang seharusnya bergembira jika teman atau saudara kita mengalami kesuksesan kita malahan mencurigai, jangan-jangan kesuksesan itu diraih dengan jalan yang nggak bener. Apalagi di dalam bisnis atau hal lain yang mengandung unsur kompetisi, sifat iri, dengki, atau munafik akan semakin nyata dan kalau tidak segera kita sadari tanpa sadar kita sudah membunuh diri kita sendiri. Kesuksesan akan datang kalau kita bisa menyadari bahwa di dalam bisnis atau persaingan yang penting bukan siapa yang menang, namun terlebih penting dari itu seberapa jauh kita bisa mengembangkan diri<br />
kita seutuhnya.</p>
<p>Jika Kita berkembang, kita mungkin bisa menang atau bisa juga kalah dalam suatu persaingan, namun yang pasti Kita menang dalam kehidupan ini.</p>
<p>Pertanda seseorang adalah &#8216;kepiting&#8217;:<br />
1. Selalu mengingat kesalahan pihak luar (bisa orang lain atau situasi) yang sudah lampau Dan menjadikannya suatu prinsip/pedoman dalam bertindak</p>
<p>2. Banyak mengkritik tapi tidak ada perubahan</p>
<p>3. Hobi membicarakan kelemahan orang lain tapi tidak mengetahui kelemahan dirinya sendiri sehingga ia hanya Sibuk menarik kepiting-kepiting yang akan keluar dari baskom dan melupakan usaha pelolosan dirinya sendiri.</p>
<p>4.BANTULAH KEMAJUAN TEMEN ANDA,ATASAN ANDA,APALAGI BAWAHAN ANDA,  ANDA AKAN LEBIH MULIA DARIPADA TEMEN/ATASAN/BAWAHAN YANG MAJU&#8230;&#8230;.. KARENA USAHA ANDA</p>
<p>Seharusnya kepiting-kepiting itu tolong-menolong keluar dari baskom, namun yah&#8230; dibutuhkan jiwa yang besar untuk melakukannya. Coba renungkan berapa waktu yang Anda pakai untuk memikirkan cara-cara menjadi pemenang. Dalam kehidupan sosial, bisnis, sekolah, atau agama. Dan gantilah waktu itu untuk memikirkan cara-cara pengembangan diri Anda menjadi pribadi yang sehat dan sukses.</p>
<p>Betapa pun banyaknya kucing berkelahi, selalu saja banyak anak kucing lahir. (Abraham Lincoln)</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fex-steris.com%2F2009%2F03%2Fkepiting%2F&amp;linkname=Kepiting"><img src="http://ex-steris.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ex-steris.com/2009/03/kepiting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saat engkau sangat senang&#8230;. Bagikan</title>
		<link>http://ex-steris.com/2009/03/saat-engkau-sangat-senang-bagikan/</link>
		<comments>http://ex-steris.com/2009/03/saat-engkau-sangat-senang-bagikan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Mar 2009 04:26:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andrie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rm. Blasius Slamet Lasmunadi Pr]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ex-steris.com/?p=370</guid>
		<description><![CDATA[Saat engkau sangat senang dikatakan orang yang mandiri, sebenarnya dirimu belum mengakui juga kecenderunganmu untuk tergantung pada orang lain.
Saat engkau sangat senang dipuji, dikatakan hebat dan diistimewakan, sebenarnya dirimu belum membuka kesempatan untuk membiarkan dirimu dicela, dikritik dan diremehkan!
Saat engkau begitu senangnya dapat mematahkan pendapat lawan bicaramu, sebenarnya dirimu belum sungguh memahami betapa orang lain [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat engkau sangat senang dikatakan orang yang mandiri, sebenarnya dirimu belum mengakui juga kecenderunganmu untuk tergantung pada orang lain.</p>
<p>Saat engkau sangat senang dipuji, dikatakan hebat dan diistimewakan, sebenarnya dirimu belum membuka kesempatan untuk membiarkan dirimu dicela, dikritik dan diremehkan!</p>
<p>Saat engkau begitu senangnya dapat mematahkan pendapat lawan bicaramu, sebenarnya dirimu belum sungguh memahami betapa orang lain membutuhkan kedua telingamu untuk mendengarkan jeritan hatinya yang kecewa!</p>
<p>Saat engkau begitu bangganya dapat berbicara tegas tanpa basa basi, apalagi bangga kalau orang lain menjadi tersinggung dan sungkan padamu, itu artinya dirimu masih belum merasakan bahwa orang lain menjerit kesakitan karena tajamnya kata-katamu.</p>
<p>Saat engkau begitu bangga bisa menjadi pembicara dalam berbagai pelatihan, saat itulah engkau belum menyadari betapa tidak dirimu mesti bersyukur bahwa masih banyak orang mau mendengarkan perkataanmu, juga kalau penjelasanmu membosankan sekalipun.</p>
<p>Saat engkau mengalami kemapanan dan kesenangan, rasanya dunia tidak boleh berubah, hari tidak perlu berganti, engkau pun tidak mau berpindah, dan tidak berani masuk dalam ketidakpastian.</p>
<p>Saat engkau tidak berani masuk dalam ketidakpastian yang kerap kali penuh kegelisahan, kegamangan dan kekaburan, itulah berarti ada rahmat Tuhan yang tersembunyi, yakni memindahkan pusat hidup dari diri sendiri menuju kepada Allah Sang Sumber Kehidupan.</p>
<p>Dalam ketidakpastian itulah, iman yang diucapkan dengan bibir ditantang untuk bergerak tumbuh dan dan berkembang dalam pengharapan!<br />
Dalam pengharapan itu, orang beriman semakin mengenal Allah yang menjadi andalan hidupnya, dan akhirnya terdorong juga untuk berbagi kesaksian, siapakah Allah yang menjadi andalannya. &#8220;Allah adalah kasih&#8221; Itulah Allah yang menjadi inti kesaksian hidupnya!</p>
<p>Semoga kita tidak lagi menggantikan kehadiran kasih Allah yang telah penuh dalam hidup kita dengan &#8220;dunia&#8221;, melainkan membagikan kasih-Nya dalam seluruh hidup.</p>
<p>salam hangat</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fex-steris.com%2F2009%2F03%2Fsaat-engkau-sangat-senang-bagikan%2F&amp;linkname=Saat%20engkau%20sangat%20senang%26%238230%3B.%20Bagikan"><img src="http://ex-steris.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ex-steris.com/2009/03/saat-engkau-sangat-senang-bagikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pete</title>
		<link>http://ex-steris.com/2009/03/pete/</link>
		<comments>http://ex-steris.com/2009/03/pete/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Mar 2009 02:39:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andrie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ex-steris.com/?p=361</guid>
		<description><![CDATA[Pete
Ternyata Obat Paling Dahysat!
Petai Bau,
Tapi Khasiatnya Wow !
bagi
penggemar pete&#8230;..! ayo terus lanjutkan&#8230;&#8230;..
Pete itu mengandung 3 macam gula alami yaitu sukrosa, fruktosa dan glukosa yang dikombinasikan dengan serat. Nah.. kombinasi ini, ternyata bikin kita jadi sangat bertenaga! *wah buat maniak pete , bakal makin semangat nih ngeborong pete,  tapi tunggu.. sabar.. sabar..
baca dulu artikelnya sampe abis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pete<br />
Ternyata Obat Paling Dahysat!<br />
Petai Bau,<br />
Tapi Khasiatnya Wow !<br />
bagi<br />
penggemar pete&#8230;..! ayo terus lanjutkan&#8230;&#8230;..</p>
<p align="justify">Pete itu mengandung 3 macam gula alami yaitu sukrosa, fruktosa dan glukosa yang dikombinasikan dengan serat. Nah.. kombinasi ini, ternyata bikin kita jadi sangat bertenaga! *wah buat maniak pete , bakal makin semangat nih ngeborong pete,  tapi tunggu.. sabar.. sabar..<br />
baca dulu artikelnya sampe abis yaa..<br />
Riset membuktikan dua porsi pete aja.. mampu memberikan tenaga yang cukup untuk melakukan aktivitas berat selama 90 menit<br />
Makanya, tau ga sih kalo makanan ini &#8216;tu kesukaannya para atlet top!<br />
Selain itu, pete juga banyak gunanya. Bisa juga ngebantu ngobatin<br />
beberapa penyakit. Check this out! (dari berbagai sumber).</p>
<p><b>Depresi</b></p>
<p align="justify">Menurut survei yang dilakukan oleh MIND diantara pasien penderita depresi, banyak orang merasa lebih baik setelah makan pete. Hal ini terjadi karena pete mengandung tryptophan, sejenis protein yang diubah tubuh menjadi serotonin. Inilah yang akan membuat relax , memperbaiki mood dan secara umum membuat seseorang lebih bahagia.</p>
<p><b>PMS (premenstrual syndrome)</b></p>
<p align="justify">Jika mengalami PMS saat &#8216;tamu&#8217; datang, kamu ga perlu minum pil ini ataupun itu, cukup atasi dengan makan pete. Vitamin B6 yang dikandung pete mengatur kadar gula darah, yang dapat membantu mood.</p>
<p><b>Anemia</b></p>
<p align="justify">Dengan kandungan zat besi yang tinggi, pete dapat menstimulasi produksi sel darah merah dan membantu apabila terjadi anemia.</p>
<p><b>Tekanan darah tinggi</b></p>
<p align="justify">Buah tropis unik ini sangat tinggi kalium , tetapi rendah garam, sehingga sangat sempurna untuk memerangi tekanan darah. Begitu tingginya , sehingga FDA Amerika mengizinkan perkebunan pete untuk melakukan klaim resmi mengenai kemampuan buah ini untuk menurunkan resiko tekanan darah dan stroke.</p>
<p><b>Kemampuan otak</b></p>
<p align="justify">200 siswa di Twickenham (Middlesex) tertolong dengan mudah melalui ujian pada tahun ini karena memakan pete pada saat sarapan, istirahat, dan makan siang. Riset telah membuktikan bahwa buah dengan kandungan kalium tinggi dapat membantu belajar dengan membantu siswa semakin waspada.</p>
<p><b>Sembelit</b></p>
<p align="justify">Karena kandungan serat yang tinggi , maka pete akan mempermudah menormalkan kembali aksi pencernaan, membantu mengatasi permasalahan ini tanpa harus kembali ke laksativ..</p>
<p><b>Obat mabuk</b></p>
<p align="justify">Salah satu cara paling cepat untuk menyembuhkan &#8220;penyakit&#8221; mabuk adalah milkshake pete, yang dimaniskan dengan madu. Pete akan membantu menenangkan perut dan dengan bantuan madu akan meningkatkan kadar gula darah yang jatuh, sedangkan<br />
susu akan menenangkan dan kembali memperbaiki kadar cairan dalam tubuh.</p>
<p><b>Kekenyangan</b></p>
<p align="justify">Pete memiliki efek antasid pada tubuh , sehingga bila dada anda terasa panas akibat kebanyakan makan, cobalah makan pete untuk mengurangi sakitnya.</p>
<p><b>Mual</b></p>
<p align="justify">di pagi hari makan pete diantara jam makan akan menolong mempertahankan kadar gula dan menghindari muntah.</p>
<p><b>Gigitan nyamuk</b></p>
<p align="justify">Sebelum anda meraih krim gigitan nyamuk, coba untuk menggosok daerah yang terkena gigitan dengan bagian dalam kulit pete. Banyak orang berhasil mengatasi rasa gatal dan bengkak dengan cara ini.</p>
<p><b>Untuk saraf</></p>
<p align="justify">Pete mengandung vitamin V dalam jumlah besar, sehingga akan membantu menenangkan sistem saraf.</p>
<p><b>Kegemukan</b></p>
<p align="justify">Penelitian di Institute of Psychology Austria menemukan bahwa tekanan pada saat kerja menyebabkan orang sering meraih makanan yang menenangkan seperti coklat dan keripik. Dengan melihat kepada 5.000 pasien di rumah sakit, peneliti menemukan bahwa kebanyakan orang mejadi gemuk karena tekanan kerja yang tinggi. Laporan menyimpulkan bahwa, untuk menghindari<br />
nafsu memakan makanan karena panik, kita butuh mengendalikan kadar gula dalam darah dengan ngemil makanan tinggi karbohidrat setiap dua jam untuk mempertahankan kadarnya tetap.</p>
<p><b>Luka lambung</b></p>
<p align="justify">Pete digunakan sebagai makanan untuk merawat pencernaan karena texturnya yang lembut dan halus. Buah ini adalah satu-satunya buah mentah yang dapat dimakan tanpa menyebabkan stress dalam beberapa kasus yang parah. Buah ini juga mampu menetralkan asam lambung dan mengurangi iritasi dengan melapisi permukaan dalam lambung.</p>
<p><b>Mengatur suhu tubuh</b></p>
<p align="justify">Banyak budaya lain yang melihat pete sebagai buah &#8216;dingin&#8217; yang mampu menurunkan suhu tubuh dan emosi ibu yang menanti kelahiran anaknya. Di Belanda misalnya, ibu hamil akan makan pete untuk meyakinkan agar si bayi lahir dengan suhu tidak tinggi.</p>
<p><b>Seasonal Affective Disorder(SAD) (penyakit emosional yang kacau)</b></p>
<p align="justify">Pete dapat membantu penderitas SAD kerena<br />
mengandung pendorong mood alami , tryptophan.</p>
<p><b>Merokok</b></p>
<p align="justify">Pete dapat menolong orang yang ingin berhenti merokok. Vitamin B6 dan B12 yang dikandungnya, bersama dengan kalium dan magnesium , membantu tubuh cepat sembuh dari efek penghentian nikotin</p>
<p><b>Stress,/b></p>
<p align="justify">Kalium adalah mineral penting, yang membantu untuk menormalkan detak jantung, mengirim oksigen ke otak dan mengatur keseimbangan cairan tubuh. Ketika kita stress, kecepatan metabolisme kita akan meningkat, sehingga akan mengurangi kadar kalium dalam tubuh. Hal ini dapat diseimbangkan lagi dengan bantuan makan petai yang tinggi kalium.</p>
<p><b>Stroke</b></p>
<p align="justify">Menurut riset dalam &#8220;The New England Journal of Medicine , &#8221; makan pete sebagai bagian dari makanan sehari-hari akan menurunkan resiko kematian karena stroke sampai 40%.</p>
<p><b>Caplak</b></p>
<p align="justify">Mereka yang suka berpaling pada pengobatan alami akan berani bersumpah, jika kamu ingin mematikan caplak, maka ambil sepotong pete , dan letakkan di caplak itu. Tetap pertahankan pete itu dengan menggunakan plester!</p>
<p align="justify">Lalu, setelah membaca semuanya, kamu pasti jadi percaya bahwa pete adalah obat alami untuk berbagai macam penyakit. Jika dibandingin sama apel, pete memiliki protein 4 kali lebih banyak, karbohidrat dua kali lebih banyak, tiga kali lipat fosfor, lima kali lipat Vitamin A dan zat besi, dan dua kali lipat jumlah vitamin dan mineral lainnya.</p>
<p align="justify">Jadi mulai sekarang, jangan memandang sebelah mata sama buah satu ini. Ternyata kaya nutrisi kan?<br />
Selamat mencoba !</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fex-steris.com%2F2009%2F03%2Fpete%2F&amp;linkname=Pete"><img src="http://ex-steris.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ex-steris.com/2009/03/pete/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Terungkap, 10 Misteri pada Tubuh</title>
		<link>http://ex-steris.com/2009/03/terungkap-10-misteri-pada-tubuh/</link>
		<comments>http://ex-steris.com/2009/03/terungkap-10-misteri-pada-tubuh/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Mar 2009 06:23:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andrie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ex-steris.com/?p=358</guid>
		<description><![CDATA[Di sekitar kita terdapat banyak misteri yang menyangkut tubuh kita. Misalnya, kenapa ya kita ikut menguap ketika teman menguap? Atau, mengapa kita bisa merinding? Selama ini kita menerimanya saja, karena menganggap hal ini adalah banyak hal yang diciptakan Tuhan untuk kita. Ternyata, semua ini ada penjelasan ilmiahnya. Anda ingin tahu? Simak jawabannya berikut ini.
Mengapa kita cegukan?
Kelebihan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="dek">Di sekitar kita terdapat banyak misteri yang menyangkut tubuh kita. Misalnya, kenapa ya kita ikut menguap ketika teman menguap? Atau, mengapa kita bisa merinding? Selama ini kita menerimanya saja, karena menganggap hal ini adalah banyak hal yang diciptakan Tuhan untuk kita. Ternyata, semua ini ada penjelasan ilmiahnya. Anda ingin tahu? Simak jawabannya berikut ini.</p>
<p class="dek"><strong>Mengapa kita cegukan?</strong></p>
<p class="dek">Kelebihan makan, alkohol, rasa senang, atau stres, dapat menstimulasi saraf <em>phrenic</em>, yang mengontrol diafragma (lapisan otot yang mengontrol pernafasan). Diafragma ini lalu berkontraksi. Pada waktu yang sama, glotis (bagian dari pangkal tenggorokan dimana terdapat pita suara) menutup sehingga menutupi jalannya udara, demikian menurut Patricia Raymond, M.D., <em>gastroenterologist</em> di Chesapeake, Virginia. Saat itulah terjadi cegukan setiap beberapa detik. Cegukan yang normal terjadi beberapa menit saja, namun dalam kasus lain juga lebih lama. Cara mengatasinya antara lain dengan menahan nafas sambil menelan ludah, atau bernafas di dalam kantong kertas.</p>
<p class="dek"><strong>Mengapa beberapa orang memiliki gigi yang sangat putih?</strong></p>
<p class="dek">Seperti juga warna mata dan rambut, warna alami dari gigi diwariskan dari orangtua. &#8220;Beberapa orang memiliki enamel -lapisan tipis pada permukaan gigi- yang sangat putih, sementara enamel orang lain memiliki warna yang lebih kuning,&#8221; ujar Richard Price, juru bicara American Dental Association. Mengonsumsi obat-obatan antibiotik seperti <em>tetracycline</em> atau <em>amoxicillin</em> sewaktu kecil juga mempengaruhi proses pengapuran yang menyebabkan perusakan warna. Beberapa jenis makanan tertentu juga menggelapkan gigi. Kopi, teh, cola, dan red weine adalah beberapa di antaranya. Jika hal ini yang terjadi, Anda harus menggunakan produk pemutih gigi atau menjalani perawatan tertentu.</p>
<p class="dek"><strong>Mengapa menguap itu menular?</strong></p>
<p class="dek">Sebuah studi yang dipublikasikan dalam edisi terakhir jurnal Cognitive Brain Research menyatakan bahwa jika Anda menguap karena ketularan orang yang ada di dekat Anda sebenarnya merupakan bentuk empati Anda padanya. Hal ini sama dengan jika Anda tertawa, dan teman Anda ikut tertawa. “Menguap tidak hanya dipicu karena melihat seseorang menguap, tetapi juga karena mendengar, membaca, atau bahkan hanya karena berpikir tentang menguap,&#8221; kata Steven Platek, Ph.D., profesor psikologi di Drexel University, Philadelphia, yang memimpin studi tersebut. Platek dan timnya meyakini bahwa ketularan menguap merupakan cara primitif dalam mengekspresikan perasaan orang lain terhadap diri kita.</p>
<p class="dek"><strong>Mengapa kepala kita pusing ketika meminum es?</strong></p>
<p class="dek">Pusing terjadi ketika saraf pada langit-langit mulut distimulasi secara besar-besaran oleh makanan atau minuman dingin. Saraf-sarafnya memang ada pada mulut, namun pusat saraf ada di otak, sehingga di situlah Anda merasa ngilu. Lalu mengapa orang merasakan sakit di satu tempat, padahal stimulusnya di tempat lain? Seymour Diamond, M.D., <em>executive chairperson</em> dari National Headache Foundation, mengatakan, &#8220;Makan atau menyesap minuman dengan lambat tampaknya mengurangi efek dingin. Begitu mulai pusing, cara tercepat untuk menghilangkannya adalah minum sesuatu yang hangat.&#8221;</p>
<p class="dek"><strong>Apakah wortel memang baik untuk mata?</strong></p>
<p class="dek">Menurut Michael F. Marmor, seorang profesor ophthalmology di Stanford University School of Medicine, wortel dan semua makanan yang mengandung vitamin A memang baik untuk mata. Misalnya sayuran berwarna merah, kuning, oranye, dan hijau, termasuk ketela, mangga, dan pepaya, serta telur dan liver. Tubuh menggunakan vitamin A untuk mendukung sel saraf di dalam retina yang membantu memelihara penglihatan yang normal. Orang yang kekurangan vitamin A umumnya mengalami problem penglihatan, seperti rabun senja.</p>
<p class="dek"><strong>Mengapa ada kotoran di dalam telinga?</strong></p>
<p class="dek">Membersihkan telinga dilakukan untuk mencegah benda asing masuk ke dalam saluran telinga. Kotoran telinga diproduksi oleh kelenjar-kelenjar di telinga bagian luar untuk melindungi telinga bagian dalam dari infeksi. Substansi yang lengket ini justru mencegah debu, kotoran, atau serangga masuk ke dalam telinga. Telinga dapat membersihkan diri sendiri. Kotoran itu akan bergerak perlahan ke atas dan keluar dari telinga, mengering, lalu rontok, atau tercuci ketika Anda keramas. Jika Anda mandi, bersihkan saja bagian luar telinga. &#8220;Saluran telinga itu seperti jalan buntu,&#8221; kata Andrew Cheng, M.D., seorang spesialis THT di Manhattan Eye, Ear and Throat Hospital. &#8220;Membersihkan kotoran dengan cotton bud hanya membuat kotoran lebih masuk ke dalam.&#8221; Anda juga bisa menggores saluran telinga, atau membocorkan gendang telinga.</p>
<p class="dek"><strong>Mengapa kita bisa merinding?</strong></p>
<p class="dek">Merinding terjadi saat kita kedinginan, atau ketakutan. Ketika kita kedinginan, otot-otot di sekitar pori-pori berkontraksi, menyebabkan bulu tangan berdiri untuk menciptakan lapisan pengasingan, demikian menurut Richard Potts, Ph.D., anthropolog dan direktur Human Origins Program di Smithsonian Institution’s National Museum of Natural History, Washington, D.C. Semua mamalia juga mengalami hal ini. Namun, &#8220;Manusia tidak memiliki cukup banyak bulu tubuh untuk merespons; hal itu merupakan sesuatu yang tertinggal saat kita mengenakan mantel yang berbulu,&#8221; paparnya. Potts dan timnya berteori, bahwa berabad-abad yang lalu, ketika rambut pada nenek moyang kita cukup banyak, mereka tampak jauh lebih menakutkan. &#8220;Binatang buas pun akan mundur untuk mencari mangsa yang tidak begitu menakutkan,&#8221; lanjutnya.</p>
<p class="dek"><strong>Mengapa remaja senang bangun siang?</strong></p>
<p class="dek">Hal ini bukan disebabkan mereka malas. Saat masih kecil, melatonin -hormon yang mengatur siklus tidur-bangun- dikeluarkan kelenjar pada sore hari. Memasuki masa puber (dari usia 10-14 tahun), hormon melatonin dilepaskan lebih lambat, sekitar pukul 21.00-22.00. &#8220;Shift ini sering membuat remaja tidak mampu tertidur sebelum pukul 23.00,&#8221; ujar pakar tidur remaja, Mary A. Carskadon, Ph.D., yang juga direktur Bradley Hospital Sleep and Chronobiology Research Laboratory, di Providence. “Karena remaja masih butuh tidur sembilan jam atau lebih, mereka berusaha &#8216;membayar&#8217; waktu tidur yang terbuang malam sebelumnya dengan tidur sampai siang.&#8221;</p>
<p class="dek"><strong>Mengapa tangan dan kaki kita sering dingin?</strong></p>
<p class="dek">“Saraf-saraf yang mengontrol aliran darah ke tangan dan kaki lebih sensitif pada wanita daripada pria,&#8221; jelas Mark Eskandari, M.D., ahli bedah vaskuler di Northwestern Memorial Hospital, Chicago. “Jadi begitu suhu turun, pembuluh darah mengkerut, membuat aliran darah lebih pelan.&#8221; Wanita juga memiliki tekanan darah lebih rendah daripada pria. Ketika Anda kedinginan atau stres, dan tekanan darah menurun, darah diarahkan ke jantung, menjauh dari tangan dan kaki.</p>
<p class="dek"><strong>Mengapa sendi bisa retak?</strong></p>
<p class="dek">Ketika Anda meregangkan sendi dengan, misalnya, menekan-nekan ruas jari atau memutar tulang belakang Anda sehingga terdengar suara gemeretak, Anda dapat menyebabkan gelembung udara yang terbentuk antara kantong di dalam sendi meletus. Kantong-kantong ini membantu bantalan udara di antara tulang dan menjaganya tetap licin. Retaknya sendi sebenarnya tidak terlalu membahayakan. “Menggeretakkan jari, engkel, lutut, atau sendi-sendi lain tidak menyebabkan arthritis, namun juga bukan kebiasaan yang baik. Rasa enak yang didapatkan orang saat menggeretakkan badan sangat psikologis sifatnya,&#8221; kata James Applegate, seorang dokter keluarga di Grand Rapids, Michigan.</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fex-steris.com%2F2009%2F03%2Fterungkap-10-misteri-pada-tubuh%2F&amp;linkname=Terungkap%2C%2010%20Misteri%20pada%20Tubuh"><img src="http://ex-steris.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ex-steris.com/2009/03/terungkap-10-misteri-pada-tubuh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
