Siapakah “saudaraku” yang dapat jadi sahabatmu?

Saudaraku, mungkinkah aku menjadi sahabatmu, apabila aku masih mudah marah bila dikritik dan ditunjukkan kesalahanku?

Saudaraku, kalau engkau masih mudah marah bila dikritik dan ditunjukkan kesalahanmu, itu berarti masih ada luka di hatimu yang masih belum sembuh, bagaikan luka di kaki yang akan terasa begitu sakit karena tersentuh benda yang lembut sekalipun!

Saudaraku, bagaimanakah aku mampu menyembuhkan luka hatiku? Adakah obat mujarab yang bisa cepat menyembuhkan luka luka di hatiku?

Saudaraku, luka itu akan sembuh kalau engkau berani membuka luka hatimu, bagaikan engkau membuka “penutup” luka di kakimu, agar dapat diobati.

Iya saudaraku, benar juga…tapi sakitnya bukan main! Mungkinkah ada cara yang lebih nyaman daripada diobati tapi harus merasakan sakit dan perihnya luka itu, meski nanti setelah diobati, juga sembuh?

Saudaraku, tidak ada jalan lain untuk disembuhkan, kecuali melewati saat-saat yang menyakitkan itu..saat harus menanggung kegelisahan, ketegangan, bahkan perasaan yang muak dan mual sekalipun…!

Saudaraku…bagaimanakah aku mampu melewati “saat-saat yang menyakitkan” itu?

Saudaraku, kita semua tidak akan mampu untuk menyingkapkan luka luka batin yang memalukan dan menyakitkan itu, kalau kita tidak memohon Roh Kudus untuk memberi kekuatan kepada kita.

Saudaraku,…kalau begitu…marilah kita berdoa bersama..agar aku memiliki kekuatan Roh itu..

Jadi, siapakah “saudaraku” yang dapat jadi sahabatmu?

  • Share/Bookmark

Leave a Reply